isra mi'raj
Hari ini di SMP Negeri 171 Jakarta diadakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Suasana sekolah terasa berbeda dari biasanya. Sejak pagi, kami semua sudah berkumpul dengan penuh semangat untuk mengikuti rangkaian acara.
Acara diawali dengan lomba ceramah antar siswa. Teman-teman yang tampil terlihat percaya diri menyampaikan materi tentang Isra Mi’raj dan pentingnya salat. Meskipun ada yang sedikit gugup, mereka tetap berani dan tampil maksimal. Setelah itu, suasana menjadi lebih khidmat dengan adanya penampilan menyanyi rohani. Lagu-lagu yang dibawakan membuat kami semakin menghayati makna peristiwa Isra Mi’raj.
Selanjutnya, ada penampilan tari nusantara yang sangat menarik. Gerakannya kompak dan indah, membuat kami bangga melihat bakat teman-teman kami. Saat waktu istirahat, tari nusantara kembali ditampilkan sehingga suasana tetap meriah dan tidak membosankan.
Setelah istirahat, tibalah acara inti yaitu ceramah dari Ustadzah Hj. Lulu Susanti dengan tema “Menegakkan Salat, Membentuk Karakter.”
Dalam ceramahnya, beliau membuka dengan mengajak kami bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberi kesempatan untuk memperingati Isra Mi’raj. Beliau menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan hanya sekadar cerita perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi peristiwa luar biasa yang membawa perintah langsung dari Allah, yaitu kewajiban salat lima waktu.
Beliau menekankan bahwa salat adalah tiang agama dan menjadi kunci pembentuk karakter seorang muslim. Jika seseorang menjaga salatnya dengan baik, maka ia akan belajar disiplin karena salat memiliki waktu yang sudah ditentukan. Salat juga melatih kejujuran, karena hanya diri sendiri dan Allah yang tahu apakah kita benar-benar melaksanakannya dengan sungguh-sungguh atau tidak.
Ustadzah juga menyampaikan bahwa ketika kita rajin salat, hati akan menjadi lebih tenang dan perilaku kita akan lebih terkontrol. Kita akan lebih mudah menghormati orang tua, guru, dan teman. Sebaliknya, jika salat sering ditinggalkan, maka karakter bisa ikut melemah.
Beliau berkali-kali mengingatkan bahwa kata “kita” itu penting. Artinya bukan hanya orang lain yang harus memperbaiki salat, tetapi kita semua, termasuk diri sendiri. Pesan itu membuat suasana menjadi lebih reflektif dan menyentuh.
Dari kegiatan Isra Mi’raj hari ini, saya belajar bahwa salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga cara untuk membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik. Acara ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kami untuk lebih disiplin dalam menegakkan salat dan memperbaiki karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Hari ini benar-benar menjadi pengalaman yang berkesan dan penuh makna.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar