Ruqoyyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Gadis Baik Hati - Full Episode
Full Episode -Sinopsis, Perkenalan Tokoh Utama, Daftar Isi, DLL-

Gadis Baik Hati - Full Episode

Gadis Baik Hati

Sinopsis

Kisah ini menceritakan seorang Gadis yang bernama Keisha. Walaupun Keisha murid baru, dia selalu melakukan apa saja yang diperintahkan selama itu baik. Selalu bersemangat. Tidak pernah mengeluh. Dia juga suka berbagi ketika ada yang tidak membawa makan, menolong jika ada yang sakit, dll.

Di sekolahnya, Keisha terkenal cantik, pintar, pemberani, dan baik. Karena kelebihannya itu, dia sering dimintai ini itu, tetapi Keisha selalu melakukannya dengan senang hati. Meskipun begitu, dia sering diganggu karena melindungi teman-teman yang diganggu. Tapi Keisha tidak pernah menyerah.

Karena kebaikannya, Keisha langsung memiliki sahabat di hari pertamanya masuk sekolah baru itu.

Siapa nama sahabat itu? Kok bisa langsung dapat sahabat?

Temukan jawabannya di dalam kisah ini! Selamat membaca dan semoga bermanfa’at!

Daftar Isi

Sinopsis

Daftar Isi

Perkenalan Tokoh Utama

Menjadi Murid Baru

Senantiasa Menolong

Tetap Butuh Pertolongan

Akhir yang Baik

Perkenalan Tokoh Utama

- Ashalina Keisha Ashana

Biasa dipanggil Keisha. Keisha adalah murid baru yang berumur 18 tahun. Gadis baik hati ini terkenal cantik, pemberani, pintar, dan baik. Selain itu, Keisha juga termasuk orang kaya, tetapi tidak pernah sombong melainkan banyak membantu.

- Alsava Arabella

Biasa dipanggil Alsava. Alsava adalah anak kepala sekolah dan termasuk anak orang kaya. Alsava tidak pernah sombong dengan kekayaan yang dimilikinya. Alsava terkenal cantik di sekolahnya. Alsava sekarang berumur 18 tahun. Kekurangan Alsava adalah lambat dalam memahami pelajaran.

#1 Menjadi Murid Baru

Pagi itu, Keisha sangat bersemangat karena akan belajar di sekolah barunya. Dia baru pindah rumah 2 hari yang lalu. Karena berpindah domisili, Keisha juga harus berpindah sekolah. Walaupun begitu bersemangat, dia masih ragu-ragu.

Apakah nanti teman-temanku baik? Apakah nanti aku juga bisa untuk melakukan kebaikan seperti di sekolah yang lama? Apakah nanti akan ada yang menggangguku?

Ketika sedang tenggelam dalam lamunannya, tiba-tiba ada yang membuyarkan lamunannya. “Dor!” Rupanya Hasna yang membuyarkan lamunan Keisha. Hasna adalah kakaknya Keisha.

“Kamu kok tiba-tiba melamun? Perasaan tadi bersemangat sekali. Lagi mikirin apa?” Pertanyaan beruntun keluar dari mulut Hasna.

“Eh, kakak nih, ngagetin orang aja. Emang kakak mau dikagetin?” Bukannya menjawab Keisha malah memarahi kakaknya karena tadi mengageti dirinya.

“Hehe… Maaf ya, cantik!”

Huft! Keisha menghela nafas kemudian berkata, “Ok kak! Oh, iya. Kak, menurut kakak nanti Keisha bisa menjadi baik juga gak disekolah barunya?” Tanya Keisha

“Bisa dong! ‘Kan jadi baik itu bisa dimana-mana. Jadi pasti bisa.” Jawab Hasna penuh semangat.

“Ok Kak. Udah ah, aku mau siapin buku dulu nih. Nanti lagi aja yaa, Kak”

“Siap!”

Keisha pun melanjutkan siap-siapnya yang sempat berhenti karena lamunan dan obrolannya. Dia kembali bersemangat.

Setelah mandi, sarapan, dan menyiapkan buku, Keisha dan Hasna segera berangkat menuju sekolah dengan diantar Ayah.

Sesampainya di sekolah, Keisha dan Hasna berpisah karena harus ke kelas masing-masing.

Keisha segera masuk ke kelas, kemudian duduk di kursi paling belakang. Sembari menunggu, Keisha membaca Al-Qur’an.

Tak lama kemudian, datanglah seorang gadis juga. Ketika sedang masuk, Keisha melihat mukanya seperti sedang marah. Karena itu, Keisha bertanya kepada gadis itu.

“Ukhti, kenapa seperti marah ya?”

“Heh! Gak usah sok-sokan ya. Yang kamu dudukin itu tempat duduk aku. Awas kamu ya! Nanti kalau sudah pulang, aku laporin kamu ke Ayah. Asal kamu tahu ya. Ayah aku itu Kepala Sekolah tau!” Gadis itu malah semakin marah kepada Keisha. Dia membentak Keisha dengan suara yang cukup keras hingga semua siswi dari segala kelas mendatangi kelas itu.

Keisha menjadi malu. Tetapi dia masih berani berkata. Akhirnya dia pun menjawab, “Oh begitu. Baiklah, aku bisa pindah tempat duduk. Sebelumnya maaf kalau menduduki tempat Anti.”

Huft “Kenapa sih, kamu tuh sok-sokan pakai Bahasa arab?” Kata Gadis itu.

“Emm… Aku pakai Bahasa arab karena disekolah yang lama aku sering pakai Bahasa arab. Aku akan merubah kebiasaan yang kamu tidak sukai. O,iya disini seringnya pakai Bahasa inggris ya?” Tanya Keisha

“Iya. Yasudah ok, no problem.” Jawab gadis itu.

“Thank you” Keisha berterima kasih kepada gadis itu.

“Gadis ini pintar Bahasa inggris juga.” Batin Gadis itu.

“You’re Welcome” Balas Gadis itu.

---------------------------------------------------------------------------------------------

Waktu pelajaran tiba. Miss yang mengajar pelajaran pertama hari itu adalah Miss Lia.

Ketika Miss Lia datang, semua murid disuruh untuk duduk.

“Hi All!” Sapa Miss Lia.

“Hi Teacher!” Balas murid-murid.

“Ok, today we are going to study Mathematics” Miss Lia memulai pelajaran.

“Before we start, let's get to know Keisha first” Miss Lia memberi informasi.

“Keisha, come forward” Suruh Miss Lia.

“Ok, Teacher” Keisha segera maju ke depan untuk memperkenalkan diri.

“Come on! Introduce your name!” Suruh Miss Lia kembali.

“Hi all! My name is Keisha. I am now 18 years old.” Keisha memperkenalkan diri.

“Ok, Thanks Keisha.” Miss Lia berterima kasih kepada Keisha yang telah memperkenalkan diri.

“Ok everyone, since Keisha has introduced himself, let's start the lesson” Ucap Miss Lia untuk memulai pelajaran.

“Wait!” Gadis yang merupakan anak dari kepala sekolah segera memberhentikan Miss Lia untuk berbicara.

“Am I not introduced to him? I am the principal's son. Because then he knew that he had to maintain good manners towards the son of the principal” Gadis itu mengucapkan kalimat yang Panjang yang membuat Keisha tersipu malu.

“Does your father say all new kids should know who you are?” Tanya Miss Lia heran. Memang sebelumnya kalau ada anak baru, gadis itu tidak pernah diperkenalkan. Semuanya cukup tau bahwa gadis itu adalah anak kepala sekolah. Ini sungguh membingungkan.

“Yes, for now, his new student lacks respect for me.” Jawab gadis itu.

“Oh okay” Miss Lia menyetujui apa yang gadis itu inginkan. Yah, mau bagaimana lagi. Kalau Miss Lia tidak menuruti, bisa-bisa Miss Lia dipecat dari sekolah itu.

“Yes, her name is Alsava Arabella. He is the principal's son, so please pay attention to manners!” Miss Lia memperkenalkan gadis itu kepada Keisha.

Anak satu ini sok cantik banget dah, sok tenang juga lagi. Padahal kenyataannya pemarah dan kebanyakan make-up” Batin Keisha sedikit kesal. Ya, Keisha tahu apa arti nama dari gadis itu. Artinya ketenangan (Alsava) dan anak perempuan yang cantik (Arabella).

“Okay, because this is not an English lesson and it's not a compulsory schedule for using English, then let's just study Indonesian, okay?"Kata Miss Lia yang belum memulai pelajaran dari tadi.

“Ok, Teacher” Semua murid menyetujui.

“Nah, sekarang kita mulai pelajaran matematikanya ya…”

Pelajaran matematika pun dimulai. Semua siswa dan siswi mendengarkan baik-baik. Ketika diperbolehkan bertanya, maka bagi yang memiliki pertanyaan bertanya kepada Miss Lia dengan cara yang baik dan sopan. Setiap diperbolehkan bertanya, Alsava selalu bertanya.

Kenapa anak kepala sekolah tidak pintar? Padahal seharusnya dia paling pintar dikelas. Kalau dia terus bertanya, murid lain tidak akan bisa bertanya. Jadi… Aha! Aku punya ide. Aku akan mengajarkan Alsava pelajaran yang tidak dia mengerti siang nanti, agar murid lain bisa bertanya. Mungkin ini adalah jalur agar aku bisa dekat dengan Alsava dan dapat berbuat baik kepada murid yang lain.” Batin Keisha.

#2 Senantiasa Menolong

Pelajaran matematika dengan durasi 4 jam itu akhirnya selesai. Semua murid meregangkan badan. Pastinya duduk 4 jam membuat mereka lelah.

Pelajaran kedua dengan durasi 3 jam dimulai setelah istirahat selesai. Istirahat di sekolah itu 1 jam. Bayangkan, semua durasinya sungguh lama!

Ketika Keisha sudah selesai makan, Keisha ingin menaruh tempat bekalnya. Ketika melihat ada Alsava, Keisha kembali berbatin, “Aku akan memberitahu rencana yang sudah kusiapkan kepada dia”

Setelah menaruh tempat bekal, Keisha mendekati Alsava, gadis yang merupakan anak kepala sekolah.

“Hai, Alsava!” Keisha menyapa Alsava terlebih dahulu.

“Hai!” Balas Alsava tak bersemangat.

Karena bingung kenapa Alsava tidak bersemangat, Keisha pun bertanya, “Kamu kenapa?”

“A-aku, aku hanya belum makan dan tidak mengerti pelajaran sama sekali.” Jawab Alsava terbata-bata.

“Oh, sebentar dulu ya. Aku ingin ke kantin dulu, sepertinya tadi aku berjanji dengan Syifa.” Keisha segera pergi ke kantin. Tetapi, di kantin dia tidak bertemu dengan Syifa. Memang sebenarnya Keisha tidak ada janji dengan Syifa. Keisha hanya berbohong agar Alsava tidak bertanya apapun lagi.

Keisha ke kantin untuk membelikan Alsava minuman. Keisha hanya membelikan minuman yang katanya Alsava sangat suka. Setelah selesai membeli minuman, Keisha segera berlari menuju kelas.

“Alsava, ini buatmu” Kata Keisha sembari menyodorkan minuman itu.

“I-ini buatku?” Tanya Alsava tak percaya.

“Tentu, sebenarnya aku tadi hanya berbohong, maaf ya.” Keisha menjawab pertanyaan Alsava sekaligus meminta maaf karena tadi dia telah berbohong.

“Ok, no problem. Thanks”

Ketika Alsava sedang meminum minuman yang diberikan Keisha, Keisha berkata, “Alsava! Biasanya kamu dipanggilnya siapa?”

“Biasanya aku dipanggil Alsava, Sava, Ara, dan Bella. Terserah kamu sih, Kei” Jawab Alsava.

“Oh, aku panggil kamu Alsava, boleh ‘kan?” Tanya Keisha kembali.

“Boleh.” Jawab Alsava singkat.

“O iya, kamu kenapa tidak mengerti pelajaran?” Tanya Keisha.

“A-aku memang anak yang sulit untuk memahami pelajaran. Memangnya ada apa?” Tanya Alsava sekaligus menjawab pertanyaan Keisha.

“Emm… Tadinya aku berniat untuk mengajarimu setiap pelajaran sekolah sudah selesai.” Jawab Keisha sedikit ragu.

“B-benarkah?” Tanya Alsava tak percaya. Memang sebelumnya belum pernah ada yang berbuat sebaik itu kepada Alsava.

“Benar. Apakah nanti siang kamu bisa?” Ucap Keisha.

“Insya Allah, bisa” Jawab Alsava.

---------------------------------------------------------------------------------------------

Kriiing… Bel pulang sekolah berbunyi. Semua anak berhamburan keluar kelas, termasuk Keisha dan Alsava.

“Sav, belajar dirumahku saja yuk!” Ajak Keisha.

“Boleh. Aku izin ayah dulu ya…” Alsava menyetujui ajakan Keisha.

Keisha dan Alsava segera ke ruang kepala sekolah, ruangan dimana ayahnya Alsava berada.

“Ayah!” Panggil Alsava.

“Iya. Kenapa?” Tanya Ayah Alsava.

“Aku boleh main ke rumah Keisha?” Tanya Alsava

“Keisha?” Ayah Alsava bingung siapa itu Keisha.

“Keisha itu teman baru aku, yah. Dia orangnya baik banget. Tadi aku ‘kan belum makan, habis itu dia belikan aku minuman favorit aku. Terus aku gak ngerti pelajaran, Keisha ngajak aku belajar di rumahnya.” Cerita Alsava semangat.

“Oh, yasudah, hati-hati di perjalanan ya!” Perintah Ayah.

“Baik Ayah”

Keisha dan Alsava segera keluar dari ruangan dan berangkat ke rumah Keisha.

Di perjalanan, mereka berdua hanya diam, tak mengobrol. Tiba-tiba, Keisha melihat sebuah toko aksesoris.

“Sav, mau kesana gak?” Tanya Keisha kepada Alsava yang kini sudah Keisha anggap sebagai sahabat.

“Memangnya kamu mau ngapain?” Alsava malah baik bertanya.

“Lihat-lihat aja dulu. Yuk kesana!” Jawab Keisha dan langsung menarik tangan Alsava.

Mereka berdua masuk ke toko aksesoris itu. Dingin, megah, dan ramai adalah sifat toko aksesoris tersebut.

“Ada yang mau dibeli gak, Sav?” Tanya Keisha.

“Eh, kok jadi aku yang disuruh milih? Bukannya tadi kamu yang pengen kesini?” Bukannya malah menjawab, Alsava malah bertanya kembali.

“Aku mau beliin kamu. Sekalian ada yang mau dibeli.” Jawab Keisha.

“Oh, Thank you so much, Kei” Alsava berterima kasih kepada Keisha karena sudah banyak berbuat baik kepadanya.

Mereka berdua sibuk membeli kebutuhan masing-masing. Setelah selesai berbelanja, Keisha mengajak Alsava untuk ke kasir.

Akhirnya setelah semua selesai, mereka berdua keluar dari toko aksesoris itu.

“Ke Indomaret dulu yuk!” Ajak Keisha untuk yang kesekian kalinya.

“Kok, kamu banyak traktir aku?” Tanya Alsava.

“Udahlah. Ayo!” Keisha segera menarik tangan Alsava.

Setibanya mereka disana,

“Kamu mau ngapain lagi sih? Orang kaya ya?” Tanya Alsava.

“Aku mau beli camilan. Bunda yang menyuruhku.” Jawab Keisha.

Tanpa berbasa-basi, Keisha segera mengambil camilan yang akan dibelinya.

“Kamu ada yang mau dibeli gak?” Tanya Keisha.

“Belum tau. Lihat aja deh.” Jawab Alsava.

“Oh, yasudah. Cepat ya!”

Segera mereka berbelanja kembali. Setelah urusan mereka selesai, mereka segera pergi ke rumah Keisha.

“Udah gak kemana-mana lagi nih?” Tanya Alsava menggoda Keisha.

“Emang, kamu mau kemana?” Keisha balik bertanya.

“Enggak. Cuma godain doang. Hehe…” Jawab Alsava dan diakhiri dengan tawa.

Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Keisha.

“Ini rumahmu, Kei?” Tanya Alsava tak percaya.

“Iya. Kenapa?”

“Besar banget. Emang gak capek beresinnya?” Tanya Alsava kembali.

“Nggak dong. ‘Kan semuanya bagi-bagi tugas.” Jawab Keisha.

“Yasudah, ayo masuk, Sav. Jangan lupa kasih salam ya!” Keisha mengingatkan.

Mereka berdua mengucapkan salam dan masuk kedalam rumah Keisha yang megah nan bersih. Sungguh, rumahnya seperti istana!

“Bunda!” Panggil Keisha.

“Eh, anak cantik bunda sudah datang?” Tanya Bunda Keisha.

“Sudah” Jawab Keisha singkat.

“Bunda, ini sahabatku. Namanya Alsava Arabella. Aku panggil dia Alsava atau Sava. Aku mengajak dia kesini untuk mengajari dia. Katanya dia belum paham pelajaran matematika tadi.” Cerita Keisha.

“O iya, ini camilannya. Terus ini untuk Ayah, ini untuk Bunda, dan ini untuk Kak Hasna. Nanti bunda kasih ya!” Kata Keisha sembari menaruh plastik indomaret dan tas cantik dari kardus yang berisi barang-barang yang tadi dibeli di toko aksesoris.

“Lho, kok banyak banget?” Tanya Bunda ketika melihat banyak sekali tas-tas.

“Tadi aku ke toko aksesoris dulu, Bunda.” Jawab Keisha dan langsung pergi ke kamarnya.

“Kei! Kok aku ditinggal?” Teriak Alsava. Tapi teriakannya tak dijawab oleh Keisha.

“Tante, aku ke kamar Keisha duluan ya.” Pamit Alsava dan langsung pergi ke kamar Keisha.

“Kei, kok aku ditinggalin sih? Bikin malu aku saja.” Tanya Alsava.

“Hehe… Maaf. Tadi aku ingin ke kamar mandi. Jadi aku duluan deh.” Jawab Keisha.

“Oh, ok. No problem.”

Setelah semua siap, Keisha mengajarkan pelajaran matematika yang tadi pagi ketika disekolah dipelajari. Keisha mengajarkan Alsava pelan-pelan dan selalu memberikan contoh. Keisha juga mempersilahkan Alsava kalau mau bertanya. Alsava pun menjadi mengerti pelajaran berkat Keisha.

“Nah, kita sudah selesai. Tunggu disini sebentar ya!” Kata Keisha mengakhiri pelajaran. Keisha segera pergi keluar kamar, sedangkan Alsava melihat-lihat kamar Keisha.

“Nah, ini bawa pulang ke rumah ya!” Perintah Keisha sembari menyodorkan tas cantik nan lucu dari kardus kepada Alsava.

“Ini apa?” Tanya Alsava.

“Sudah, jangan banyak bertanya. Buka tas itu, ketika kamu sudah sampai dirumah ya!” Perintah Keisha kemabli.

“Ok, Aku pulang duluan ya. Bye!” Pamit Alsava kepada Keisha.

“Wait!” Keisha memberhentikan Langkah Alsava yang sedang menuju ke pintu kamar.

“Mau diantar gak?” Tanya Keisha.

“Sudah cukup! Kamu sudah terlalu banyak menolongku hari ini. Sekarang aku pulang sendiri saja ya.” Alsava segera keluar kamar Keisha dan pamit kepada Bunda Keisha.

Alsava langsung pergi dari rumah Keisha dan langsung pulang ke rumah. Rumah Alsava tidak terlalu jauh dari rumah Keisha.

Setelah Alsava pulang, Keisha segera membereskan kamarnya. Setelah itu, Keisha menghampiri Bundanya yang sedang duduk di ruang keluarga.

“Bunda!” Panggil Keisha.

“Iya” Jawab Bunda.

“Bun, Kak Hasna…” Keisha menggantungkan kalimatnya.

“Kak Hasna belum pulang, Kei” Bunda seperti bisa membaca pikiran Keisha.

“Oh. O iya, Bunda. Alsava itu sahabat aku. Boleh ‘kan?” Tanya Keisha.

“Boleh dong. Kalau mau cari sahabat, cari yang baik ya!” Nasihat Bunda.

“Siap Bunda.”

“Tapi, Alsava orangnya agak dingin. Gimana dong?” Tanya Keisha kembali.

“Tidak apa-apa sayang. Sekarang Alsava sudah memiliki sahabat baik, yaitu kamu. Dia pasti senang sekali kalau punya teman sebaik kamu.” Jawab Bunda.

“Terus bagaimana aku bisa memiliki sahabat baik?” Tanya Keisha.

“Nah, anak Bunda ‘kan pintar. Cepat memahami pelajaran. Jadi kalau disekola ada pelajaran agama, ‘kan Alsava kurang mengerti pelajaran, jadi kamu bisa mengajarkannya tentang pelajaran agama apabila dia belum paham.” Jelas Bunda.

“Iya, Bun. Walaupun Alsava anak kepala sekolah, “Kalimat Keisha terpotong oleh bunda.

“Hah! Anak kepala sekolah?” Tanya Bunda memotong kalimat Keisha.

“Iya. Aku mau lanjutin kalimatku tadi. Alsava itu dijauhi sama yang lain” Lanjut Keisha.

“Oh. Ya sudah, mandi sana” Suruh Bunda.

#3 Tetap Butuh Pertolongan

Malam tiba. Ayah Keisha pulang dari kantornya dengan mobil.

“Kei” Panggil Kak Hasna

Keisha menoleh, kemudian berkata, “Kenapa?”

“Sebelum pulang kamu kemana?” Tanya Kak Hasna datar.

“Toko Aksesoris” Jawab Keisha singkat tapi bisa dimengerti.

“Terus, kesana sama siapa?” Tanya Kak Hasna untuk yang kesekian kalinya.

“Sama teman.” Jawab Keisha.

“Laki atau Perempuan?” Tanya Kak Hasna kembali.

“Perempuan lah!” Jawab Keisha tegas. Keisha memang tak terima kalau diejek seperti itu. Dia memang selalu menjaga pandangannya dan tak ingin memiliki perasaan apapun.

“Oh. Gak usah nge-gas juga kali. Ke tabrak pohon lho.” Canda Kak Hasna.

“Kakaaaakkk!!!” Teriak Keisha yang langsung ditertawai oleh Ayah dan Bunda.

“Sudah! Tidur sana! Sudah malam” Suruh Ayah.

Keisha dan Hasna segera beranjak ke kamar mandi, berwudhu dan menggosok gigi dan kemudian langsung ke kamar masing-masing.

---

Pagi tiba. Keisha segera beranjak ke kamar mandi untuk berwudhu dan kemudian sholat. Setelah sholat, Keisha kembali ke kamar mandi untuk mandi dan dilanjutkan dengan sarapan.

“Bun!” Panggil Keisha. Bunda menengok.

“Kakak mana?” Tanya Keisha.

“Kok kakak gak bangun? ‘Kan wajib sholat!” Lanjut Keisha.

“Kakak semalam belajar, dan sekarang dia sedang haidh, jadi gak sholat dulu.” Jawab Bunda.

Keisha mengangguk. Keisha langsung menghabiskan makanannya dan berangkat ke sekolah dengan diantar Ayah.

“Ayah!” Panggil Keisha. Ayah menengok kemudian berkata, “Kak Hasna sedang sakit, Kei” Ayah seperti bisa membaca pikiran Keisha.

Tak lama kemudian, mereka sampai di sekolah. Keisha pamit kepada Ayah dan kemudian segera berlari kedalam kelasnya.

“Hai teman-teman” Sapa Keisha ketika masuk kedalam kelas.

“Hai Keisha” Balas teman-teman Keisha.

“Keisha!” Seseorang menepuk bahu Keisha.

Keisha menengok, “Alsava!” Teriak Keisha kaget ketika bertemu sahabatnya.

“Kamu apa kabar?” Alsava menanyakan kabar Keisha.

“Baik, dan kamu?” Ucap Keisha.

“Baik juga” Jawab Alsava.

“Eh, Keisha. Kamu tadi disuruh ke ruang ayahku. Ayo!” Alsava memberi informasi.

Tanpa pikir panjang, Alsava langsung menarik tangan Keisha dan berlari. Keisha hamper terjatuh karena berusaha mengimbangi tarikan Alsava.

“Sav, pelan-pelan dong. Aku bawa tas nih” Suruh Keisha.

“Tapi, kita harus datang ke ruang ayahku sebelum jam 07.00” Alsava memberi informasi.

“Lah, sekarang masih kurang 5 menit, Sav” Ujar Keisha.

“Emang, ruang kepala sekolah masih jauh?” Tanya Keisha berusaha membuat Alsava jalan dengan biasanya saja.

“Udah! Kamu jangan banyak komentar!” Perintah Alsava.

Keisha pun menyerah karena bujukannya tak ada yang berhasil. Akhirnya mereka sampai di ruang kepala sekolah pada jam 06.59. Hampir saja mereka berdua terlambat.

“Kalian sudah datang?” Tanya Ayah Alsava kepada Keisha dan Alsava.

“Sudah.” Jawab Alsava.

“Sekarang, duduk!” Suruh Ayah Alsava.

“Keisha, apakah kamu bisa mewakili sekolah untuk mengikuti lomba yang akan dipesertai oleh murid dari berbagai negeri? Lomba itu akan diadakan di sekolah ini.” Tanya Ayah Alsava.

“Insya Allah, saya bisa, Pak” Keisha yakin bahwa dirinya bisa untuk memenangkan lomba itu.

“Kei, kamu cepat sekali menyetujuinya?” Tanya Alsava.

“Eh, aku hanya tak ingin membuang-buang waktu, jadi langsung jawab saja. Hehe” Jawab Keisha yang diakhiri dengan tawa kecil.

Langit ruang kepala sekolah pun dipenuhi dengan tawa. Akhirnya, Keisha dan Alsava kembali ke kelas pada jam 07.15 dan tandanya pelajaran sudah dimulai, oh no!

Ketika Keisha dan Alsava masuk kelas, semua teman-teman sudah tertawa. Alsava bingung kenapa dirinya dan Keisha ditertawai. Keisha yang sudah mengerti langsung memarahi mereka.

“Hei! We were told to go to the principal's office!”

“It is a lie! You're just making excuses, so we don't laugh, right ?!” Jawab seluruh murid yang ada di kelas itu tegas.

“Children! What Keisha said was right! They had indeed been summoned by the principal to talk about the competition, so don't make fun of his friends!” Miss Nadia menjelaskan.

“Instead, you have to clean the lecture hall!” Miss Nadia memberi hukuman.

“Except for Keisha and Alsava.” Tambah Miss Nadia.

“What?! Keisha and Alsava should be punished too!” Semua murid protes.

“Do you want to study or be punished ?!” Tanya Miss Nadia marah.

“We choose to study!” Jawab semua murid.

“How? We choose to study, so we weren't punished.” Tambah semua murid.

“How come? You will do both!” Miss Nadia mengancam semua murid.

Melihat hal itu, Keisha segera pergi dari tempat itu. Keisha mengira dirinyalah yang bersalah. Alsava yang melihat Keisha berlari segera ikut berlari juga.

“Keisha!” Panggil Alsava.

“Kau tidak perlu ikut! Kau tidak tahu kemana aku akan pergi. Aku pun juga tidak tahu. Jadi, jangan pernah mengikutiku!” Perintah Keisha. Tapi Alsava tak menhiraukan ucapan Keisha.

Keisha dilihat oleh semua laki-laki yang ketika itu sedang bermain bola. Keisha sampai terkena bola! Tetapi ketika ingin ditolong oleh Alsava, Keisha tidak mau.

Tak lama kemudian, keluarlah Bunda Alsava dari ruangan kepala sekolah. Bunda Alsava melihat Keisha berlari menuju jalan pintas. Melihat Bunda Alsava keluar, Alsava segera mengahampiri Bundanya.

“Kenapa Keisha lari-lari?” Tanya Bunda Alsava.

“Dia tadi kabur dari kelas, karena dikelas terjadi pertempuran antara Miss Nadia dengan semua teman-teman dan Keisha merasa dirinya yang salah.” Jelas Alsava sambil terengah-engah karena tadi harus berlari dengan kencang. Ya! Keisha kalau sudah berlari memang sangat kencang.

Bunda pun memutuskan untuk menghampiri kelas Alsava.

What happen?” Tanya Bunda Alsava.

Miss Nadia punished us arbitrarily. When Miss Nadia gave us the choice of wanting to study or punishment, and we chose to study, Miss Nadia asked us to do both.” Jelas seluruh murid kelas itu.

Why do you guys get punished?” Tanya Bunda Alsava kembali.

We were punished for laughing at Alsava and Keisha.” Jawab seluruh murid sambil tertunduk.

It's because of your own fault! so you have to do the punishment!” Perintah Bunda Alsava tegas

“Bunda, Keisha sudah pergi jauh!” Tiba-tiba Alsava berkata.

“Kemana dia pergi? Cepat minta satpam untuk mencarinya, dan kau juga ikut!” Perintah Bunda Alsava kepada Alsava.

“Baik” Jawab Alsava singkat.

Alsava segera berlari secepat mungkin. Dia berlari menuju ruang keamanan. Sesampainya dia disana, betapa kagetnya Alsava. Semua petugas keamanan hanya sibuk sendiri dengan handphonenya! Alsava segera mendekati mereka pelan-pelan. Tapi, anehnya, semua petugas keamanan tidak mengetahui bahwa Alsava masuk. Mereka benar-benar fokus.

“Pak!” Panggil Alsava tegas. Tetapi taka da satupun yang menjawab. Karena merasa diabaikan, Alsava segera pergi ke ruang ayahnya.

“Ayah! Keisha kabur dari sekolah. Dia sepertinya sedang marah sekali dengan semua teman-teman. Dia sudah pergi menjauh. Tapi, ketika aku pergi ke ruangan petugas keamanan, tidak ada yang menjawab panggilanku. Mereka hanya sibuk dengan handphone masing-masing.” Cerita Alsava.

“Apa?!” Tanya Ayah Alsava kaget.

“Benar. Ayo, segera selamatkan Keisha! Alsava tidak ingin Keisha meninggalkan Alsava.” Kata Alsava yang sudah mulai menangis.

“Baiklah!” Jawab Ayah Alsava.

Ayah Alsava dan Alsava segera berlari menuju jalan pintas yang tadi sempat dilewati oleh Keisha. Alsava dan Ayahnya terus berlari seperti halnya Keisha. Mereka berdua terus berlari mengikuti jalan. Ya! Jalan pintas itu memang tidak ada pertigaan ataupun perempatan. Tetap lurus mengikuti jalan.

Tiba-tiba, terlihat Keisha. Alsava segera berlari menghampiri Keisha.

“Keisha!” Panggil Alsava dan langsung memeluk Keisha.

“Alsava!” Panggil Keisha kembali.

“Siapa dia?” Tanya Alsava kepada Keisha setelah melihat ada seorang perempuan yang kelihatannya seumur.

“Dia? Nama dia adalah Natasya. Dia yang menyelamatkanku tadi.” Jelas Keisha.

“Hai Natasya!” Alsava memberi sapaan kepada Natasya.

“Hai! Namamu Alsava ya?” Tanya Natasya.

“Iya. Terima kasih telah menolong temanku.” Alsava berterima kasih kepada Natasya karena telah menolong Keisha.

“Sama-sama” Balas Natasya.

Mulai saat itu, Keisha kembali memiliki Sahabat baru. Ya! Dialah Natasya.

Saat itu juga, Alsava menyadari bahwa orang yang sering menolong tetap membutuhkan pertolongan. Orang yang sering menolong tidak bisa menolong dirinya sendiri, pasti membutuhkan pertolongan orang lain.

Mereka semua pun kembali ke sekolah, termasuk Natasya. Katanya, Natasya juga bersekolah di sekolah yang sama, murid baru juga. Kebetulan, tadi Natasya baru ingin berangkat ke sekolah dan di perjalanan Natasya bertemu Keisha. Jadi, Natasya menolong Keisha dengan baik-baik agar Keisha tidak semakin marah.

#4 Akhir yang Baik

Kriiiing…

Bel pulang sekolah telah berbunyi. Semua murid segera berhamburan keluar kelas. Ada yang ke kantin. Ada yang langsung pulang. Ada yang sekadar duduk-duduk saja. Ada juga yang menunggu orang tua menjemput.

Keisha, Alsava, dan Natasya langsung pulang menuju rumah Keisha. Alsava dan Natasya diajak Keisha untuk bermain di rumah Keisha.

“Alsava, Natasya, kita gak kemana-kemana dulu nih?” Tanya Keisha. Keisha memberi kesempatan kepada dua Sahabat dekatnya itu jika ada yang ingin dibeli.

“Ckck, masih banyak nih, uangnya?” Canda Alsava.

“Emang, Keisha orang kaya?” Tanya Natasya.

“Iya! Emang, kamu belum pernah tau ya?” Tanya Alsava penuh Semangat.

“Eits, gak nyadar aku murid baru?” Tanya Natasya sekaligus bercanda.

“O iya.”

Keisha berdehem, kemudian berkata, “Kalian jadinya gimana nih?”

“Langsung ke rumah kamu aja deh. Gak usah pergi-pergi dulu.” Jawab Natasya.

“Iya, aku juga pengen cepat-cepat duduk nih.” Timpal Alsava.

“Ya” Jawab Keisha sesingkat mungkin.

Perjalanan yang aslinya cukup jauh terasa pendek. Mereka hanya bercanda di sepanjang jalan. Bercanda itulah yang membuat perjalanan terasa dekat.

Tak terasa, mereka bertiga sudah sampai di rumah Keisha.

“Kita sudah sampai” Celetuk Keisha.

“Lho, ini… rumahmu, Kei?” Tanya Natasya.

Keisha mengangguk. Bibir Natasya yang semula terbuka lebar tanda kagum berubah menjadi membentuk seperti huruf “O” tanda bahwa sudah paham.

Mereka bertiga salam dan masuk ke dalam rumah Keisha yang bersifat megah nan bersih.

“Ayo, kita ke kamarku!” Ajak Keisha.

“Ayo!” Pekik Alsava dan Natasya.

“Sebentar ya!” Celetuk Keisha. Alsava dan Natasya menjawab dengan anggukan, kemudian berkata, “Siap!”

Keisha segera berlari meninggalkan Alsava dan Natasya. Keisha berlari menuju kamar Kak Hasna.

“Kak!” Panggil Keisha. Kak Hasna menoleh.

“Ada teman-temanku. Kakak tolong siapkan minum dan cemilan ya!” Perintah Keisha.

“Ya. Nanti ya” Jawab Kak Hasna.

Keisha pun kembali ke kamarnya menemui Alsava dan Natasya. Tampak Alsava dan Natasya yang sedang berbaring di Kasur Keisha yang lembut.

“Dari mana?” Tanya Natasya setelah mengetahui bahwa Keisha sudah kembali.

“Ke kamar kakak.” Jawab Keisha.

“Oh. O iya, aku disuruh menginap di rumahmu, Kei.” Kata Natasya memberi informasi.

“Lho, emang, orang tua kamu, sudah tau aku?” Tanya Keisha bercanda.

“Maksudnya, suruh menginap di rumah teman. Tapi, karena kita kesini duluan, jadi di rumah ini aja” Jelas Natasya.

“Aku juga mau menginap di sini dong. Aku bilang Ayah dulu ya!” Ujar Alsava.

Alsava pun segera membuka handphone-nya, dan langsung membuka whatsapp.

Cuplikan whatsapp Alsava:

Ayah – Alsava

Iya. Kenapa? – Ayah

Aku mau menginap di rumah Keisha. Natasya juga karena di rumahnya gak ada orang. Boleh ‘kan? – Alsava

Ya. Boleh saja. Nanti di bawain bajunya ya. Atau pakai baju Keisha aja? – Ayah

Mm… Tanya dulu ya – Alsava

“Keisha, boleh aku pakai baju kamu aja?” Tanya Alsava.

“Terserah, Natasya juga pakai baju aku. Katanya, Bundanya kasih taunya mendadak, jadi gak bawa baju.” Jawab Keisha.

“Ok. Thanks”

“Ya. You’re Welcome” Balas Keisha.

Boleh Ayah – Alsava

Pakai baju Keisha aja ya – Ayah

Ok. Udah ya – Alsava

Ya – Ayah

“Aku boleh menginap!” Seru Alsava.

“Alhamdulillah. Eh, kayaknya, Kak Hasna sudah datang membawa cemilan dan minum deh.” Celetuk Keisha. “Aku buka pintu dulu ya”

“Ini, yang kamu minta” Kata Kak Hasna sembari menaruh makanan dan minuman yang di minta Keisha di atas meja.

“Terima kasih, Kak!” Keisha berterima kasih.

“Sama-sama” Balas Kak Hasna, lalu segera pergi dari kamar adiknya.

“Sekarang, kita mau ngapain?” Tanya Alsava.

“Gimana kalau kita kerjain tugas dari sekolah dulu? Terus nanti mandi, kemudian menonton TV?” Usul Keisha.

“Ide bagus!” Jawab Alsava dan Natasha hampir bersamaan.

“Ya sudah, yukkk!!” Ajak Keisha.

Mereka bertiga pun mengerjakan tugas sekolah dengan riang. Kemudian mandi, dan menonton TV. Tak terasa, malam sudah larut, mereka pun tidur di kasur Keisha yang lumayan besar.

Mereka adalah sahabat sejati, yang selalu mengerjakan semuanya bersama, saling tolong menolong, dan selalu memaafkan. Inilah sahabat sejati selamanya.

-TAMAT-

-----------------------------------------------------

Assalamu'alaykum teman-teman!

Janji aku, menamatkan cerita Gadis Baik Hati, sudah terpenuhi yaa

Ini maaf ya, kalau panjang banget.

Syukron yang udah baca.

Jangan lupa follow, nanti In Syaa Allah aku follback.

Bye, wassalamu'alaykum

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Bagus Ruq,Hamasah!

01 Sep
Balas

Thank you! okk

02 Sep

Bagus banget ruq!

02 Sep
Balas

Thank you!

02 Sep

bagus banget ceritanya.

04 Sep
Balas

Thank you

04 Sep

Thumbnailnya itu bikin dari mana? Bagus banget!

01 Sep
Balas

Bikin di canva, thank you.

02 Sep

Oh, bisa ya. Your welcome

02 Sep

Iya, kyk profile mu skrg

02 Sep



search

New Post