Syaiful Rahman

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Salat Pertamaku yang Lucu

Salat Pertamaku yang Lucu

Ibadah salat itu termasuk salah satu rukun Islam. Jadi, setiap muslim wajib menjalankan salat. Karena itu, sebagai seorang muslim, aku pun diajari salat sejak kecil. Di langgar, setiap selesai belajar membaca Al-Qur'an, selalu ada praktik salat secara bersama-sama. Para santri biasanya membaca semua bacaan salat dengan nyaring. Sementara Pak Kiai akan mengawasi semua bacaan dan gerakan salat santrinya.

Sayangnya, waktu itu yang paling sering digunakan untuk latihan adalah salat Subuh. Salat yang hanya dua rakaat dan pakai qunut. Sementara salat-salat lain, seperti salat Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya, tidak digunakan untuk praktik. Akibatnya, aku tidak hafal lafal niat dan jumlah rakaat empat salat itu, selain salat Subuh.

Ketika aku sudah mulai hafal semua bacaan salat, aku belajar mempraktikkan salat sendiri di rumah. Ketika masuk waktu salat yang lima waktu, aku selalu berwudu dan segera salat. Bahkan terkadang sebelum azan berkumandang, aku sudah mengambil wudu duluan untuk menunggu waktu salat.

Aku salat sesuai dengan yang sudah diajarkan oleh guru ngajiku. Tentu saja juga sesuai yang kuingat. Sebab saat itu aku masih sangat kecil dan belum lancar membaca. Jadi, aku tidak punya pengetahuan tentang salat selain dari praktik di langgar.

Aku pun sangat bahagia karena sejak itu, aku sudah bisa salat. Saking bahagianya, aku menceritakan pengalaman pertamaku salat ke kakak sepupuku. Namanya Waqi'. Umur dia empat tahun lebih tua dari aku. Dia tentu lebih banyak pengetahuannya tentang salat.

Tapi, setelah aku menceritakan pengalaman pertama salatku, Waqi' malah protes. Waktu itu, salat pertamaku kalau tidak salah ingat adalah salat Zuhur. Aku cerita kepada Waqi' bahwa aku sudah salat Zuhur.

"Kok salat Zuhur tiga rakaat? Salat Zuhur itu empat rakaat," katanya.

"Lho? Bukankah salat Zuhur itu sama dengan salat Magrib?" bantahku terkejut.

Waqi' pun menjelaskan bahwa salat Zuhur, Asar, dan Isya itu empat rakaat. Salat Magrib tiga rakaat. Salat Subuh dua rakaat.

Sebenarnya aku sangat malu karena salah, tapi aku senang karena sejak saat itu aku jadi tahu. Aku pun semakin semangat untuk belajar tentang salat agar tidak salah lagi.

Bahkan aku tidak hanya belajar tentang bacaan-bacaan dalam salat, aku juga belajar tentang wirid-wirid setelah salat dan doa-doa setelah salat. Aku semangat sekali sebab aku ingin menjadi seorang muslim yang baik. Aku ingin menjadi anak yang saleh. Aamiin.

Sby, 26/9/21

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post