Salsabila Nadhifah Aulia

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sang Guru Hebat Penuh Motivasi

Sang Guru Hebat Penuh Motivasi

Seperti biasa, di pagi hari yang cerah aku berangkat sekolah diantar oleh bunda. Sesampainya aku disekolah, aku bermain dulu sebelum guruku datang. Beberapa menit kemudian bel sekolah berbunyi, tanda kelas akan dimulai.

"Biasanya Bu Ida sudah datang jam segini, kenapa hari ini beliau telat?" Ucap salah satu temanku.

Ya, aku pun juga berpikir seperti itu. Beberapa menit kemudian setelah menunggu, akhirnya ada seorang guru yang datang, guru itu datang bersama Bu Ida, guru kelas kami.

"Selamat pagi anak-anak, apakabar semuanya?" Bu Ida menyapa kami sekelas seperti biasanya.

"Anak-anak, beliau adalah guru yang akan mengajar kalian setelah ibu pensiun nanti." Ucap Bu Ida kepada kami.

"Lho, berarti sebentar lagi Ibu mau pensiun dong?" Tanyaku kepada Bu Ida dengan sedih.

"Iya, nak. Walaupun bukan sama ibu, harus tetap semangat ya." Ucap Bu Ida menasihati kami.

Setelah berkenalan beberapa menit, kami pun belajar lagi seperti biasanya dan pulang ke rumah.

3 bulan kemudian, hari yang kami tidak inginkan pun tiba, yaitu hari dimana Bu Ida pensiun. Aku dan teman-temanku tentunya sangat sedih. Kami mengucapkan kata-kata perpisahan kepada beliau. Dan mulai hari ini kami diajari oleh guru baru yang saat itu diperkenalkan oleh Bu Ida, Neris Lendi Tiana, ialah guru baru kami.

“Waduh… apakah gurunya galak?” Kami semua mengucap kata itu sejak tadi pagi bahkan sejak semalam.

Beliau datang dan mengajar dengan wajah yang ceria walupun kami masih sangat canggung.

Bermain ponsel adalah hal yang biasa saat kami diajar oleh Bu Ida, tetapi tidak dengan Bu Neris, guru baru kami.

"Hei, itu yang dibelakang kenapa main ponsel. Padahal ibu sedang memberi penjelasan tentang materi di depan. Boleh main ponsel, tapi nanti saat jam istirahat atau saat dibutuhkan. Ayo perhatikan." Ucap Bu Neris menegur salah satu temanku.

Bel istirahat pun berbunyi. Kami segera memakan bekal kami dari rumah, Anak-anak yang tadi main ponsel segera kembali bermain dengan ponselnya.

Kami kurang nyaman dengan Bu Neris. Beliau memeiliki peraturan yang banyak, berbeda dengan Bu Ida. Tapi mau bagaimana pun juga beliau adalah guru kami, orang tua kami di sekolah. Beberapa menit Bel berbunyi, kami masuk kembali ke kelas dan belajar lagi, setelah itu pulang.

“Bagaimana kak, suka guru yang baru tidak?” Tanya bunda kepadaku.

“Lumayan lah, tapi Bu Neris tidak seperti Bu Ida, ia lebih tegas bun, jadi kita ga bisa bercanda terus deh.” Ucaku menceritakan guru baru.

“Ooh… Tapi coba saja dulu, ini baru hari pertama diajari sama Bu Neris kan? Mungkin nanti akan jadi seru. Bunda dengar, beliau adalah guru yang pintar, walaupun masih muda, ia memiliki semangat yang tinggi lho. Ia pernah mengajar di Labschool Cibubur bahkan ia pernah mengajar di daerah NTT, bukankah itu keren?” Ucap bunda menasihatiku.

Mungkin bunda benar, kami baru pertama kali diajari oleh beliau, bahkan baru beberapa jam saja. Sesampainya aku dirumah, aku segera ganti pakaian dan bersih-bersih. Dan seperti biasa, mengerjakan tugas, belajar, lalu membaca buku kesukaanku.

Keesokan harinya, kami belajar sambil bermain, itu sangat menyenangkan. Hari demi hari kami jalani belajar bersama Bu Neris. Bunda ternyata benar, Bu Neris adalah sosok guru yang baik, Pintar, dan juga cantik.

Setelah 9 bulan bersama Bu Neris, kami pun naik ke kelas 5. Sebuah pengalaman yang sangat berharga bagiku bertemu beliau, ia adalah motivsiku untuk mengejar masa depan. “Jika Bu Neris bisa aku juga bisa.” Itulah yang aku tanamkan dalam pikiranku untuk memotivasi diriku.

Kami belajar dengan semangat saat kelas 5. Dan ternyata setelah kami naik ke kelas 6, kami kembali diaajari oleh Bu Neris. Sangat senang rasanya bisa kembali diajari oleh beliau.

Setelah 1 tahun kami lalui di kelas 6, akhirnya kami lulus dari SD. Rasa sedih dan bahagia pun tercampur jadi satu. Walaupun sudah tidak bersekolah di SD lagi, terkadang aku mengunjungi Bu Neris dan guru-guru lainnya ke sekolah, kami bersenda gurau, memimta solusi saat di SMP, dan makan bersama.

Beliau benar-benar guru yang memotivasiku untuk meraih cita-cita di masa depan. Aku sangat berterimakasih kepada beliau. Aku akan terus berusaha menacapai cita-citaku dengan motivasi yang diberikan oleh Bu Neris.

Nama: Salsabila Nadhifah Aulia

Tempat tanggal lahir: Jakarta, 04 Juni 2009

Nama seksolah: SMPN 222 Jakarta

Alamat e-mail: [email protected]

No WA: 085559639689

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post