Saebah Tussania

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kasih Sayang Tak Bersyarat
Foto: sasisabu1221

Kasih Sayang Tak Bersyarat

Kasih sayang ibu sepanjang masa. Dulu aku kurang paham makna ungkapan tersebut. Seiring bertambahnya usiaku, kini aku tahu makna kalimat tersebut, dan itu benar adanya. Ibu adalah wanita kuat yang semua orang punya, yang rela memberikan nyawanya bagi anaknya jika perlu. Dalam keseharian, terkadang aku terlalu gengsi untuk sekedar mengucapkan kata sayang, maafkan aku ibu. Tapi sungguh aku sangat menyayangimu. Kasih sayang seorang anak sepanjang galah, dan itu juga benar adanya. Kasih sayang yang aku punya untuknya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kasih sayang ibu kepadaku. Jika lautan adalah kasih sayang ibuku, maka aku hanyalah setetes air. Sangat jauh perbandingannya dan itu nyata.

Aku dan ibuku sama-sama tidak pernah mengutarakan rasa sayang masing-masing. Lantas bagaimana aku tahu kasih sayang ibuku? Tindakan dan perjuangannya untukkulah yang menjadi jawaban. Aku selalu terbangun di pagi hari dengan kondisi rumah sudah rapi dan sarapan tersedia, bahkan ia sudah menyiapkan sarapan di piring. Tak pernah sedikitpun aku mendengar ibu mengeluh tentang pekerjaan rumah. Semuanya dia jalani dengan ikhlas untuk mendapatkan ridho Ilahi.

Keadaan keluargaku tidak selalu baik. Ibuku sudah mengalami segala macam ujian dan cobaan. Masih jelas di ingatan, saat keadaan ekonomi keluarga kami benar- benar terpuruk. Ibu mencoba berbagai macam cara untuk tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibuku hanya lulusan sekolah dasar. Pasti sulit untuk menemukan pekerjaan, tapi dia tak kenal lelah untuk berusaha. Ia berusaha memanfaatkan keahlian yang dia miliki. Ibu belajar hal apapun yang ia kira mampu untuk dilakukan. Hebatnya, lagi-lagi aku tidak melihat ibu mengeluh.

Suatu malam aku terbangun karena mendengar suara tangis seseorang. Aku mencoba memfokuskan pendengaranku. Ternyata itu suara ibuku. Dia sedang berkomunikasi dengan Sang Pencipta, menceritakan kesedihannya. Suaranya bergetar, terdengar jelas di kesunyian malam. Hatiku seakan teriris, ternyata ia tidak menunjukkannya kepadaku tapi langsung kepada Sang Ilahi. Sayup kudengar, dalam doanya tidak ada hal lain yang ia pinta kecuali kebahagian dan kesuksesan untuk anak-anaknya. Tangisku pecah saat mendengar ibu berkata,“Ya Allah, jangan sampai anak-anakku mengalami apa yang aku alami, limpahkan mereka kebaikan dan kebahagiaan. Cukup aku saja yang merasakan pahitnya kehidupan, jangan anak-anakku."

Keesokan pagi, aku terbangun dengan perasaan campur aduk. Aku ingin membantu memenuhi kebutuhan keluarga tapi apa daya, saat itu aku masih duduk di bangku SMP. Aku merasa kesal dan frustasi, kenapa cobaan keluargaku rasanya sangat berat dan kenapa harus keluargaku. Seakan bisa membaca isi hatiku, ibuku berkata,“Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-hamba-Nya."

Sejak itu, aku merubah sikapku kepada ibuku. Aku berusaha menunjukkan kasih sayang melalui hal-hal kecil, mulai dari membantunya melakukan pekerjaan rumah, belajar dengan baik agar ia bangga, melakukan apapun yang ia suruh tanpa mengeluh.

Seringkali saat ada waktu senggang, ia memberikan ajaran-ajaran agama yang ia tahu kepadaku. Memberikan petuah-petuahnya untuk bekal masa depanku. Kalimat penutupnya selalu sama,"Jangan jadi seperti ibu ya Nak, kamu harus lebih dari ibu."

Aku tidak akan pernah bisa menjadi sepertinya, jika pun bisa aku tidak akan sekuat dan setegar dirinya. Dia wanita paling kuat, tegar dan sabar yang aku tahu sepanjang hidupku. Aku sangat berterima kasih karena dititipkan pada wanita seperti dirinya. Bagiku, kasih sayang ibuku lebih panjang dari masa. Tidak ada hal di semesta ini yang bisa mendeskripsikan kasih sayangnya meskipun tanpa kalimat “Ibu sayang kamu”. Kasih sayang ibu tak bersyarat. Aku dan ibu saling menyayangi walaupun tak pernah saling mengutarakan.

Biodata penulis

Hai sahabat semua, perkenalkan namaku Saebah Tussania. Aku lahir di Bekasi pada tanggal 11 Oktober 2004. Saat ini aku adalah siswi kelas 12 IPA di SMA Negeri 2 Sukatani Kabupaten Bekasi. Mari menjalin silaturahmi dengan menghubungiku ke email [email protected] atau nomor telepon 08998087519. Semoga kalian sehat selalu ya. Salam literasi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Waah.. keren banget kak.. semangat terus yaa!!

11 Dec
Balas

Thank you yaa~❤️

12 Dec

Wahh, terharu banget Kakk.... kebetulan ana mudah tersentuh jadi pengen nangis rasanya ><

10 Dec
Balas

Thank you, I really appreciate it

11 Dec

>< artinya apa ya? Bentar liat google, hehe... >< Ohh iya-iya, sama-sama Kak ^^

12 Dec

luar biasa, keren kak semangat

10 Dec
Balas

Terima kasih ya Dek

10 Dec

Keren banget

10 Dec
Balas

Keren

11 Dec
Balas

Thankyouuu

12 Dec



search

New Post