Saddam Mufti Khafidz

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Pergaulan Hanya Sebatas Kertas Robek

Mungkin bagi beberapa orang dunia ini berisi makhluk yang bijak dan cermat. Tapi, menurut pandanganku dunia ini berisi makhluk fana yang tak kenal rasa puas. Makhluk fana ini mulai membuat dunia semakin panas. Perkenalkan, namaku Saddam Mufti Khafidz, kerabatku sering memanggilku dengan nama Dam. Aku saat ini duduk di bangku XI SMK Al Muslim, mengambil jurusan Multimedia. Dan inilah pandanganku terhadap pergaulan bebas yang terjadi saat ini.

Dunia memang sudah gila. Setidaknya kalimat itu menggambarkan bagaimana kondisi dunia saat ini. Dunia ini hampir dipenuhi oleh makhluk fana yang penuh dengan ketidakpuasan. Salah satunya dalam bergaul. Tak banyak kita lihat di jalan banyak remaja yang bergaul tanpa adanya batasan. Mereka bergaul selayaknya bergaul itu hal yang normal. Memang, bergaul adalah hal yang paling normal bagi manusia. Tapi pada konteks ini, mereka bergaul bukan dalam hal batas normal manusia. Mau jadi apa masa depan generasi ini seandainya pergaulan seperti “itu” diwajarkan?.

Kita bisa ambil banyak contoh di Indonesia, dimana pergaulan bebas sudah mulai “terbuka”. Salah satunya adalah kasus di Ponorogo. Berdasarkan sumber surabaya.kompas ada total 125 anak yang hamil diluar nikah dan mengajukan dispensasi nikah dini. Bisa dibayangkan betapa bahayanya pergaulan bebas saat ini. Dan hal itu masih dianggap remeh oleh sebagian orang.

Sesuai judul yang aku buat, Pergaulan Hanya Sebatas Kertas Robek. Ibaratnya, kertas itu adalah kita. Kertas itu adalah pergaulan. Kemudian kita bisa mengartikan kalau Pergaulan Hanya Sebatas Kertas Robek adalah pergaulan yang semata-mata sudah rusak. Remaja saat ini benar-benar harus diberi batasan yang lebih.

Pemerintah sudah memberikan banyak upaya mengatasi kenakalan remaja saat ini. Pengawasan ketat di sekolah juga sudah dilakukan. Banyaknya kampanye yang dibuat oleh pemerintah tentang anti kenakalan remaja. Sosialisasi tentang bahayanya kenakalan remaja. Dan menguatkan pengaruh dari agama masing-masing. Bisa kita lihat kalau pemerintah sudah banyak melakukan upaya terhadap kenakalan remaja namun masih banyak dari mereka yang menutup mata tentang pemerintah yang memberikan upaya tersebut.

Jika pemerintah sudah mengambil langkah untuk mengatasi kenakalan remaja, lantas apa yang harus kita lakukan sebagai remaja? Jawabannya mudah, kita harus mengetahui ganjaran yang akan kita dapatkan kalau kita terjerat dalam kenakalan remaja atau pergaulan bebas. Kemudian kita harus pandai memilih teman. Dan jauhkan dari yang namanya pergaulan yang “aneh-aneh”. Kalau semua langkah tersebut sudah dilakukan, maka yang remaja saat ini lakukan adalah menghasilkan karya terbaiknya untuk Indonesia. Karya tersebut bisa berupa apa saja, seperti karya tulis, melukis/gambar, memotret, dan masih banyak lagi. Indonesia nantinya akan mendapatkan yang namanya Bonus Demografi, dimana usia produktif remaja akan semakin meningkat, kita harus memanfaatkan waktu kita sebaik mungkin.

Tentang Si Penulis

Penulis esai yang berjudul “Pergaulan Hanya Sebatas Kertas Robek” Memiliki nama lengkap Saddam Mufti Khafidz, atau para kerabatnya biasa memanggilnya dengan Dam. Saat ini penulis duduk di bangku kelas XI (11) Multimedia SMK Al Muslim. Penulis memiliki hobi mendengarkan lagu, dan menulis beberapa cerita fiksi. Penulis dapat dihubungi via:E-mail : [email protected]

No. Telp : 0838-1569-8766

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post