Nasywa Rosyidah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Super Woman itu Ibuku
Serangkaian paragraf yang berisi tentang pengalaman saya dan Ibu saya.

Super Woman itu Ibuku

Ibu saya itu orangnya cerewet. Bukan dalam artian negatif, tapi cerewet dalam membangun kepribadian saya agar lebih baik. Walaupun saya sudah mengerti dan menanamkan pikiran itu di benak saya, tapi saya tetap kesal saat dicereweti ibu. Saya masih sering cemberut kalau disuruh menyapu, tidak ikhlas kalau dimintai tolong menjemur baju, mengepel lantai asal-asalan. Kalau dipikir-pikir, jarang juga ya saya dengan ikhlas mematuhi perintah Ibu.

Padahal Ibu saya hanya menyuruh saya jika beliau tidak sempat alias sibuk banget karena urusan lain, urusan pekerjaan misalnya. Pokoknya kalau sudah sangat sibuk, baru beliau meminta tolong. Kalau sekedar sibuk biasa sih terobos aja.

Ibu saya juga pendengar yang baik, walaupun tidak semua masalah saya ceritakan ke Ibu saya, tapi Ibu saya adalah orang rumah tercepat yang saya beritahu tentang masalah saya.

Pernah saat SD kelas 1, saya disukai oleh anak kelas lain yang saya dengar-dengar julukannya pentolan, pentolan pertama. Kata teman-teman saya pada masa itu, pentolan itu semacam tukang pukul. Panik lah saya. Dengan mengumpulkan segala keberanian, akhirnya saya mengadu takut-takut ke Ibu saya. Ibu saya tersenyum menahan tawa, padahal saya sudah takut setengah mati akan dipukuli oleh anak buah si pentolan karena mengadu ke orang lain.

"Gapapa dek, nanti besok kita ngomong ya ke guru adek. Kita selesaikan masalahnya di sekolah." kata Ibu saya.

Betul saja, keesokan harinya Ibu saya datang ke sekolah. Sebelumnya, beliau terlebih dahulu meminta izin ke atasannya akan terlambat datang beberapa jam. Ibu saya menemui wali kelas saya, menyelesaikan (yang menurut saya) masalah ini di ruang guru dengan wali kelas dan si pentolan. Di akhir perbincangan, saya dan dia disuruh bersalaman, sampai sekarang saya tidak mengerti kenapa kami disuruh bersalaman.

Ibu saya adalah wanita pemberani. Di usianya yang sudah paruh baya, beliau rela belajar menaiki motor untuk mengantarkan saya ke sekolah. Maklum saja, di masa itu saya masih sering bangun kesiangan, jadi Ibu saya memberanikan diri belajar cara memakai motor untuk mempersingkat waktu. walaupun harus melewati jalan-jalan kecil untuk menghindari mobil besar, setidaknya kami bisa 5 menit lebih cepat dibanding berjalan kaki ke sekolah.

Pada masa-masa awal SD pun seringkali saya merepotkan Ibu dengan menahannya menemani saya di sekolah. Saya meminta Ibu saya menunggu di depan kelas, harus dengan kepala nongol di jendela. Kalau saya tidak melihat kepala Ibu, saya akan izin ke guru untuk keluar kelas mencari Ibu. Pada masa itu, saya merasa sangat aman melihat pucuk kepala Ibu yang terlihat dari bangku saya.

Pernah Ibu tidak bisa menemani saya di sekolah, katanya ada rapat penting di tempat kerjanya. Sebenarnya saya tidak terima, tapi mau bagaimana lagi? Akhirnya saya hanya diantar sampai pintu gerbang sekolah, beliau langsung meninggalkan saya. Saya berjalan sendirian menuju kelas, di sekeliling saya orang tua anak lain menggandeng anak mereka. Rasanya saya mau menangis saja, tapi sebisa mungkin saya menahannya. Begitu pun di kelas. Orang tua siswa lain menunggu anak mereka di luar kelas, tapi Ibu saya tidak. Sepanjang sekolah saya hanya berharap waktu cepat berlalu dan saya cepat kembali bertemu Ibu saya di rumah.

Wah, ternyata sebegitu pentingnya kehadiran Ibu di kehidupan saya. Pokoknya terima kasih Ibu, sudah repot-repot menemani saya ke sekolah, mendengar keluh kesah saya malam-malam, mengingatkan saya untuk makan, membantu mengerjakan tugas saya. Maafkan saya yang sering menunda-nunda tugas dari Ibu. Maaf, saya tidak sehebat kakak-kakak dalam hal akademik. Saya, apa-apa harus diajari dulu, yang sering lupa rumus matematika. Saya sayang Ibu

Profil Penulis:

Kata Ibu saya, saya itu lahirnya di bidan yang ada di Bekasi tanggal 31 Mei 2007. Keluarga saya sepakat memberi saya nama Nasywa Rosyidah. Sekarang saya tinggal di Jakarta, sekolah di MTs Negeri 5 Jakarta. Kalo mau kepo-kepo lebih lanjut, boleh nih hubungi saya di nomor WA saya (087820641672), akun instagram saya (@an_.erh), atau bisa juga di akun gmail saya ([email protected])

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post