Nanda Putri Farradhia

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Tak Ada Salahnya Mencoba

Tak Ada Salahnya Mencoba

By: Nanda Putri Farradhia

Saya terlahir sebagai anak kedua dari dua bersaudara. Saya tidak terlahir menjadi siswa yang cerdas. Namun, tidak cerdas bukan berarti tidak bisa menjadi pintar. Saya memang tidak seperti sosok kakak saya, dia memiliki kemampuan yang dia berani kembangkan sendiri. Dia sudah menemukan bakatnya sedari SMP dan jujur saya kagum disertai rasa cemburu karena sampai sekarang saya merasa tidak menemukan bakat saya.

Memang bukan cara yang benar untuk membandingkan diri saya sendiri dengan orang lain. Sudah jelas setiap orang memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda. Orang tua saya juga memahami bahwa saya harus membutuhkan sedikit usaha untuk mencapai segala sesuatu yang saya inginkan, contohnya prestasi belajar.

Saya bukan siswa yang memiliki kepercayaan diri lebih. Sedari kecil orang tua saya juga jarang memaksa saya untuk mengikuti lomba dan memang saya jarang mau mengikuti lomba. Tetapi saya sadar sekarang mengapa sedari dulu saya tidak membiasakan diri saya untuk memacu keberanian saya. Tidak sekedar menyesali, saya mulai berpikir untuk bagaimana caranya agar saya juga bisa menjadi siswa yang berprestasi.

Sejak SD saya lumayan suka belajar, mungkin itu juga karena pikiran saya yang masih belum ke mana-mana hanya memikirkan saya harus belajar dan belajar. Dari kelas satu SD saya selalu mendapat rangking 10 besar. Itu pun sudah membuat saya merasa bangga. Meski tidak pernah mendapat 3 besar saya tidak patah hati. Karena, memang apa yang kita dapatkan sesuai dengan usaha kita sendiri. Lingkungan saya di sekolah dasar juga baik, saya dikelilingi anak yang juga mempunyai prestasi.

Saya terinspirasi dari teman saya sendiri. Saya mulai suka mengikuti lomba-lomba dengan tidak memikirkan saya bisa menang atau tidak. Yang terpenting bagi saya saat itu saya berani untuk mencoba terlebih dahulu. Jika diingat sekarang, saya tidak pernah berhasil sampai mendapatkan kejuaraan, mungkin hanya mendapatkan sertifikat keikutsertaan dalam acara lomba. Tidak juara bagi saya tidak apa-apa. Saya juga kala itu mendapat sertifikat kelulusan SD menjadi siswa terbaik ke-8 dari angkatan saya.

Saya lulus menjadi salah satu siswa lulusan angkatan corona, biasanya orang menyebutnya begitu. Karena, kala itu memang marak sekali virus covid-19 yang menyebar di seluruh negara. Dari situ sekolah harus diliburkan dan siswa harus belajar di rumah. Setelah saya lulus tanpa mengikuti Ujian Nasional. Saya harus memikirkan jenjang sekolah berikutnya. Saya tidak begitu memiliki sekolah impian, mungkin kala itu hanya masuk ke SMP 04 Jember yang ada di pikiran saya.

Ternyata oh ternyata angkatan saya harus menggunakan jalur zonasi, jalur yang harus mendaftar sekolah dengan jarak tidak terlalu jauh dengan rumah saya. Setelah mendengar itu seketika seakan tidak ada harapan untuk bisa masuk ke SMP tersebut karena memang sudah jelas jaraknya yang jauh dari rumah saya. Setelah berpikir, akhirnya saya berkeputusan untuk masuk ke sekolah MTsN 02 Jember. Menurut saya itu juga keputusan yang baik. Saya mendaftarkan diri menjadi calon siswa di sekolah tersebut dan Alhamdulillah ke terima.

Hari pertama saya menjadi siswa di MTsN 02 memang keadaan masih harus belajar di rumah. Kondisinya memang belum memungkinkan untuk masuk sekolah karena virus juga tak kunjung mereda. Sejak belajar di rumah saya menjadi sulit mengatur waktu belajar di rumah. Saya menjadi malas karena saya lebih suka bersantai dan menghiraukan tugas-tugas saya. Tidak saya tinggalkan begitu saja, saya mengumpulkan tugas-tugas saya juga mepet dengan batas waktu akhir pengumpulan, tak jarang juga saya telat mengumpulkan tugas. Yang membuat saya malas kala itu juga materi pelajaran harus siswa pelajari sendiri. Meskipun guru sudah menyiapkan materi belajar yang harus dipelajari tetap sulit bagi saya jika harus memahaminya sendiri. Saya menjadi malas belajar dan hasil rapor kelas 7 juga menjadi kurang maksimal, ya karena saya memang tidak berusaha sungguh-sungguh.

Kenaikan kelas 8 sekolah sudah mulai bisa belajar secara tatap muka namun bergantian. Saya tidak bisa pasrah begitu saja dengan keadaan. Saya tidak ingin membiarkan nilai saya segitu-segitu saja. Saya juga mengikuti program fullday yang ada di sekolah saya. Mungkin dengan itu bisa membantu nilai saya.

Lulus dari kelas 8 saya sudah bisa meningkatkan nilai saya. Sejak dari itu prinsip saya tentang tidak ada usaha yang menghianati hasil mulai terbukti. Di kelas 9 sekolah sudah memperbolehkan masuk secara tatap muka, saya semakin mengenal sekolah saya sendiri. Memang banyak sekali siswa yang berprestasi dari sekolah saya. Itu juga salah satu inspirasi untuk saya. Mereka bisa, mungkin saya juga bisa.

Tetapi tetap saja saya masih dihantui dengan rasa tidak percaya diri. Saya juga kadang kala mengikuti lomba walaupun tidak sering. Lomba salah satunya adalah menulis, saya tertarik mengikuti lombanya karena banyak teman saya yang menang. Saya mencoba hal baru tersebut dengan segala inspirasi yang saya punya dan Alhamdulillah usaha saya membuahkan hasil. Saya menang lomba menulis. Saya juga menjadi lumayan suka menulis meskipun sering kali merasa malas. Banyak juga keinginan yang ingin saya raih di masa depan.

Dengan fokus belajar dan berusaha. Pernah saya berpikir untuk menjadi penulis, namun saya tidak yakin dan menyadari bahwa sepertinya itu bukan bakat saya. Tapi siapa tahu kalo memang bukan bakat saya? Saya terus mencoba menulis dan beberapa tulisan sudah saya hasilkan meski belum tuntas. Di samping itu juga ada sosok wanita hebat yang saya lihat, dia adalah seorang penulis dengan karya novel dan tulisan-tulisan yang cantik. Dia menjadi salah satu alasan saya untuk semangat menulis. Saya ingin sepertinya. Langkah awal saya dengan mengikuti lomba menulis. Entah nanti apa hasilnya, yang penting saya berusaha semampu saya. Dan, itu sekilas cerita saya tentang isi pikiran saya sekarang dan apa langkah saya di masa depan.

****

Jember, 13 Oktober 2022

BIODATA PENULIS

Hai teman-teman Sasisabu Nusantara. Perkenalkan saya Nanda Putri Farradhia. Teman saya biasa memanggil saya Nanda. Saya suka menyanyi dan mendengarkan musik, selain itu di waktu luang saya juga suka memasak loh. Saya terlahir di kota jember 30 mei 2007. Saya duduk di bangku kelas 9 MTsN 02 Jember.

Jika kalian ingin kenalan, cek aku di :

Email : [email protected]

Instagram : nanddhiaa

Jangan lupa kunjungi juga blog Sasisabu aku yaa!!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post