Muhammad Toni Suprayitno

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

IBU ADALAH SOSOK WANITA PALING MULIA

Ibu?

Mungkin dia lebih di kenal dengan sosok yang cerewet, sosok yang pemarah tetapi sebenarnya dia adalah sosok yang paling sabar sesosok bidadari tanpa sayap dan juga sebagai sekolah pertama anak.

Mengapa ibu bisa di katakan sebagai madrasah pertama?

Itu karena orang yang pertama mengajarkan kita berbagai hal adalah ibu. Mulai dari berbicara sampai sekarang mungkin kita masih banyak perlu belajar dari ibu. Seorang wanita yang tangguh seorang yang mau bertaruh nyawa hanya untuk kita. Sesorang yang rela mengedepan kan kebutuhan anak nya sedangkan kebutuhan dia saja belum terpenuhi.

Coba kita bayangkan kalau misal kita besar tanpa ada nya kasih sayang dari ibu, apa yang terjadi?

Mungkin kita belum menemukan kepribadian, belum mengetahui bagaimana cara menghadapi dunia dan tidak mengerti cara bertahan hidup yang benar.

Tapi kita harus banyak bersyukur kalau kita masih di beri kesempatan untuk tinggal bersama ibu. Karena dia selalu siap membantu kita saat susah dan selalu mensupport anak nya ketika jatuh. Tapi apa yang kita lakukan sebagai anak apakah sudah pantas untuk ibu atau bidadari satu ini?

Terkadang kita membentak nya, terkadang kita mengabaikan ucapan nya, dan juga terkadang kita berantem bersamanya.

Sesungguhnya derajat ibu lah yang paling tinggi. Jadi pada suatu hari ada seorang sahabat nabi datang menjumpai nabi beliau bertanya "ya nabi siapa orang yang derajatnya paling tinggi ?"

Lalu nabi pun menjawab "ibu"

"Lalu ya rasulullah" tanya sahabat tersebut

"Ibu" jawaban nabi tetap sama

"Lalu siapa lagi ya rasulullah?"

"Ibu"

"Lalu ?"

"Ayah"

Coba bayangkan tiga kali nama ibu di sebut oleh rasulullah itu berarti betapa mulianya ibu sampai di sebut 3 kali oleh rasul.

Jadi teman teman ayo kita sayangi dan hormati ibu kita jika masih ada, tetapi kalau sudah tidak ada doa kan lah setiap malam karena kita tidak dapat menggantikan perjuangan seorang ibu dengan cara apapun

Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang dengan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dengan tetap tidak meninggalkan usaha dan kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji penyakit kusta oleh Allah swt.

Uwais al-Qarni juga figur yang sangat hormat dan taat kepada ibunya. Sebagian hidupnya digunakan untuk merawat dan mendampingi ibu yang sangat disayangi.

Demikian kisah Uwais Al Qarni menggendong ibunya naik haji yang sarat hikmah.

Coba kita lihat kisah hidup uwais walaupun dia di beri ujian yang sangat berat di tetap berusaha membahagiakan ibu nya apakah kita yang masih memiliki kondisi tubuh nya baik biak saja dan sehat sudah membahagian orang tua?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post