Delita puji carlowati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Stop Mager

Stop Mager

Sekolah? Sebagian orang menganggap sekolah hanyalah tempat belajar dan sangat membosankan. Bahkan, ada sebagian siswa hanya sekolah karena ingin mendapatkan uang dan bermain dengan teman. Jujur sih, sebenarnya aku pernah seperti itu. Aku pernah malas sekolah dan tidak mau belajar dengan giat, tujuanku sekolah ya karena ingin uang jajan saja. Mungkin sebagian orang menggap itu hal normal, tapi pada dasarnya tidak bisa dianggap sepele. Ketika kita ke sekolah hanya dengan tujuan mendapat uang, bermain, dan hal-hal yang tidak penting lainnya, pasti akan mengganggu proses pembelajaran.

Aku pernah merasakan hal ini pada diriku sendiri. Waktu kelas 3 sekolah dasar aku tidak terlalu suka sekolah dan lebih senang bermain gim. Kadang aku malas ke sekolah dan ingin di rumah saja bermain gim. Memang dulu aku tipikal anak nakal dan tidak mau diatur. Kadang aku marah pada mama, karena sering memarahiku ketika bermain gim. Mama selalu bilang bahwa gim itu bisa mengganggu belajarku. Namun, aku terus-terusan mengabaikannya dan tetap bermain gim bahkan kadang tampa sepengetahuan mama. Aku menganggap nilaiku tidak akan turun, karena aku sekolah seperti biasa. Namun seperti yang mama bilang rangking sekolahku turun derastis.

Saat itu aku benar-benar kecewa aku sempat menangis karena rangking dan nilaiku turun drastis. Setelah pulang dari sekolah aku ditegur dan ditanyai oleh mama, aku mengaku saat itu kalau aku masih sering bermain gim sehingga nilaiku turun drastis. Aku tahu waktu itu mama marah denganku, dia marah tapi dia berkata bahwa aku harus belajar dan gim yang aku suka dihapus. Awalnya aku merasa aneh karena biasanya aku bermain gim dan jarang belajar. Namun lama-kelamaan aku sudah terbiasa dengan belajar. Dari sanalah aku mulai giat belajar saat kelas 4 aku mengikuti lomba IPA dan Alhamdulillah aku menang juara 3. Itu piala pertamaku, aku sangat bahagia saat itu ternyata " Ngelawan Capek " untuk belajar terbayarkan dengan nilai dan prestasi yang aku dapatkan.

Ya, kalian tahu kalau belajar itu melelahkan, membosankan dan monoton. Aku juga berfikir begitu bahkan hingga sekarang, itu hal normal bila kita berfikir belajar itu membosankan. Namun, ada satu cara agar belajar kalian tidak membosankan, gimana tuh? Nah caranya gampang pertama-tama kalian harus paham diri kalian. Apa yang diri kalian mau dan dengan cara apa sih yang bikin kalian gak gampang bosen. Misal, kalian suka animasi-animasi berarti cara belajar yang bisa membuat efektif pembelajaran, harus di sertai dengan visual karakter atau yang lain. Kalau kalian suka menulis, berarti cara belajar kalian bisa di lakukan dengan merangkum sesuatu dan menulisnya. Kalau ada yang bilang " Merangkum buku dan menulis cerita itu beda, lebih susah merangkum buku.". Kalian salah besar, ketika kita merangkum buku, kita sudah mempunyai tulisannya dan hanya mengambil inti dari tulisan tersebut. Namun, ketika menulis cerita, kita harus bekerja dua kali lipat. Pertama kita harus berfikir ide, kedua kita harus menulisnya, ketiga kita harus mengeditnya. Sekarang kalau kita pikirkan lagi, pasti kalian akan berfikir bahwa merangkum buku lebih mudah dari pada menulis cerita.

Nah, ketika kalian sudah kenal diri kalian, kalian harus bertarung sama yang namanya " MAGER " alias males gerak. Sulit banget ya? Pasti, itu susah minta ampun. Namun, aku yakin kalau kalian menang melawan males gerak (mager) kalian pasti bisa menggapai prestasi. Tidak ada yang rugi di dunia ini, pasti sebagian kalian pernah mendengar pepatah " Apa yang kita tanam adalah apa yang kita tuai. " Pepatah itu benar, usaha juga tidak akan menghianati hasil. Nabi Muhammad juga tidak mudah menyerah, masa sih kita sebagai umatnya gampang menyerah? BIG NO!!! STOP MAGER! Aku juga akan terus memperbaiki diri agar tidak menjadi pribadi yang malas gerak. Mari kita bersama-sama melawan penyakit ini dan bangkit untuk Indonesia yang lebih baik.

Saya harap dengan tulisan ini bisa memotivasi teman-teman yang masih malas belajar dan menganggap sekolah itu monoton.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post