Rachel Corry Ramadhani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Selera Yang Berubah Seiring Waktu

Selera Yang Berubah Seiring Waktu

Dulu, saat saya masih kecil, saya benar-benar tidak menyukai makanan pedas. Setiap kali disuguhi makanan yang mengandung cabai atau bumbu yang pedas, saya akan langsung menolaknya. Bahkan jika makanan itu terlihat sangat menggugah selera dan semua orang di sekitar saya menikmatinya, saya tetap tidak bisa ikut merasakannya dengan senang hati. Apabila memakan makanan pedas, lidah saya akan terasa seperti terbakar, panas, dan tidak nyaman, membuat saya tidak bersemangat untuk makan.

Saya masih ingat dengan jelas satu kejadian yang cukup membekas di ingatan saya. Waktu itu, saya penasaran dengan makanan yang sedang dimakan oleh kakak saya. Warnanya sangat merah membuat saya ingin mencobanya. Tanpa pikir panjang, saya mencicipinya sedikit. Namun, ternyata makanan itu sangat pedas! Begitu bumbu pedas menyentuh lidah saya, saya langsung panik. Mata saya berair, saya kepedasan, dan akhirnya meminum air sangat banyak karena tidak kuat menahan rasa pedas di mulut. Sejak saat itu, saya menjadi trauma dan makin berhati-hati terhadap makanan pedas. Saya selalu bertanya terlebih dahulu sebelum mencoba makanan baru, “Ini pedas nggak?”

Namun, seiring bertambahnya usia, selera makan saya perlahan mulai berubah. Saya mulai menyadari bahwa sebagian besar masakan khas Indonesia cenderung memiliki rasa pedas. Saya pun jadi penasaran dan mencoba membuka diri sedikit demi sedikit. Awalnya saya hanya mencicipi sambal dalam jumlah sangat kecil, lalu mencoba makanan yang tingkat kepedasannya ringan.

Lambat laun, saya mulai terbiasa. Rasa pedas yang dulu terasa menyiksa, kini mulai bisa saya nikmati. Sekarang, saya sudah bisa makan makanan yang cukup pedas, meskipun saya tetap memilih level kepedasan yang tidak terlalu ekstrem, karena itu bisa membuat lidah saya sakit dan perut saya tidak nyaman. Tapi jika dibandingkan dengan diri saya yang dulu, perubahan ini terasa sangat besar. Saya bangga karena telah berhasil keluar dari zona nyaman saya dan belajar menikmati sesuatu yang dulu saya benci.

#CeritaKetigaku

Jakarta, 06 Agustus 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post