Lilin Kecil di Tahun yang Sepi
Di sebuah rumah kecil yang hangat tempat aku dan keluargaku tinggal, tidak besar memang namun lebih dari cukup untuk menampung kami. 2020 adalah tahun yang berat bagi semua orang karena terjadinya pandemi yang semakin lama semakin membuat perekonomian cukup buruk bagi semua orang, termasuk keluargaku. Bulan Juli tahun itu, beberapa hari sebelum aku menginjak umur 10 tahun, aku mengira bahwa ulang tahunku saat itu tak dirayakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya ketika ada yang berulang tahun keluarga kami akan berjalan-jalan dan merayakannya di luar, tentunya hal ini tidak bisa dilakukan karena pandemi.
Pada tahun itu juga kedua orang tuaku sudah cukup sibuk mengurus perekonomian yang membuatku mengira bahwa mereka melupakan hari lahirku. Pagi dimana aku menginjak umur 10 tahun, matahari menyinarkan cahaya hangat yang menyelinap masuk melalui jendela kamarku. Saat keluar dari kamar aku mencium aroma kue yang baru saja selesai dipanggang, disana aku melihat ayah dan saudara-saudaraku sedang menyiapkan pesta kecil-kecilan untuk merayakan ulang tahunku. Hari itu akhirnya aku melihat senyum indah mereka kembali merekah diiringi canda tawa yang menggema sepanjang hari di seluruh penjuru rumah bagaikan matahari yang muncul setelah malam panjang.
Akhirnya semua orang menyanyikan lagu ulang tahun untukku. Meski perayaannya sangat sederhana, aku merasa sangat bahagia karena bisa merayakannya bersama keluarga. Hari itu mungkin tidak semeriah ulang tahun sebelumnya tetapi justru terasa istimewa. Aku belajar bahwa kebahagiaan bukan soal acara yang besar atau kecil, tetapi tentang orang-orang yang ada disekitarku. Itu adalah ulang tahun yang akan selalu kuingat selamanya.
Walaupun setelah itu keluarga kami mengalami cukup banyak rintangan, namun disitulah aku belajar banyak hal tentang bagaimana kami saling menguatkan satu sama lain. Aku juga belajar bahwa rumah bukan hanya tentang suatu bangunan yang berdiri kokoh di bawah langit, tetapi juga tentang orang-orang yang tinggal di dalamnya yang selalu mampu memberikan kasih sayang, kebahagiaan, rasa aman dan nyaman serta seringkali melangitkan doa atas namaku bahkan tanpa aku ketahui.
#Tulisan keduaku
Jakarta, 03 Agustus 2025.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
sedih banget :
kok sedih...
:c