Naila khasanah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pahlawan dibalik layar

Pahlawan dibalik layar

Karya: Naila khasanah

Pahlawan dibalik layar

Di sebuah rumah di daerah pedesaan. Terlihat para warga tengah berkumpul untuk bertakziah bersama. Atas meninggalnya salah satu warga bernama ibu Maryam. Seorang ibu dari anak gadis bernama Viola Sahasika. Gadis yang masih berusia 17 tahun. Ia tinggal hanya bersama ibunya karena ayahnya pergi merantau.

Betapa hancur hati viola kala ibunya pergi meninggalkannya. Sedangkan ayahnya lebih mementingkan pekerjaannya daripada merawat ibunya yang sudah sakit-sakitan sejak satu tahun yang lalu. Hal itu membuat Viola menutup mata dan membenci ayahnya.

Dirumah duka terlihat seorang pria paruh baya berlari tergesa-gesa untuk masuk kedalam rumah.

“ Maryam” seru pria tersebut dengan air mata yang terus menetes, dia adalah Ahmad ayah dari Viola.

“ Kenapa kau datang hah!” Bentak Viola

“ Bukankah pekerjaan mu lebih berharga, hingga kau melupakan kami yang menderita”

“ Aku benci ayah!” Bentak Viola mutlak

Tahun demi tahun berlalu kini Viola tumbuh dengan rasa benci yang tak pernah luntur. Saat ini Viola sedang melaksanakan wisuda dan menjadi seorang dokter spesialis anak.

“ Wahh selamat vio, apa kau tak ingin kembali ke desa untuk merayakan “ ucap Maya sahabat Viola dari desa

“ Untuk apa aku kembali, selagi sumber kebencian ku ada di sana” jawab viola

“ Jangan seperti itu, setidaknya datanglah walau hanya mampir ke makam “ucap Maya menasehati

Viola pun menuruti ucapan Maya, ia datang kedesa. Untuk sekedar mengunjungi makam ibunya. Masih dengan toga yang melekat ditubuhnya. Dia berjalan dengan membawa keranjang bunga.

“ Buk, maaf vio baru berkunjung”

“ Bu, sekarang Vio sudah menjadi dokter “

“ Ibuk pasti bangga sama vio “

Jauh di belakang sana, berdiri sesok ayah yang sudah berderai air mata. Bangga karena anaknya sukses di atasnya. Dan sedih kala mengingat kebencian di hati anaknya yang belum sirna. Dengan ditemani sebilah tongkat di tangannya yang selalu menuntun langkah nya. Dia menatap gelap gadis di depannya.

“ Semoga kamu selalu bahagia nak” ucap ayah Ahmad

Setelah puas melepas rindu Viola pun beranjak pergi. Ia akan kembali ke kota dan memutuskan tinggal disana. Setelah keluar dari makam Viola dihampiri oleh bibinya yang bernma Siti.

“Viola, apakah ini kau?” Tanya bibi Siti terpukau

“Iyabi, ini Viola”

“ Viola ada yang harus bibi berikan” ucap bi Siti dengan mengambil secarik kertas usang dalam sakunya.

“ Terima ini dan sesali segalanya”

“ Minta maaf dan temui dia selagi sempat”ucap bi Siti lalu pergi meninggalkan Viola.

Karena rasa penasaran Viola memutuskan untuk membaca surat tersebut. Ia duduk disebuah bangku di depan pemakaman.

“ Hai Violanya ibuk, sudah besarkan sekarang. Maaf, banyak rahasia yang ibu sembunyikan. Tapi ada satu fakta yang bisa ibu buktikan. Jangan benci ayahmu. Karena tanpanya ibu tidak akan bertahan hingga sekarang. Sebenarnya ayahmu itu sangat sayang dengan kita tapi keadaan yang memisahkan. Jadi, sayangi lah ayahmu. Sekian dari ibu semangat dokter kecil ibu.” Isi tulisan dalam surat

Membaca tulisan ibunya Viola pun menangis. Rasa bersalah mulai memuncak. Dengan sekuat tenaga dia berlari menuju rumah nya yang tak jauh dari makam . Setibanya dirumah yang penuh dengan luka dan tawa. Pemandangan dangan pertama yang iya lihat adalah. Sosok ayah yang tak lagi muda dan tubuh yang berubah keriput.

“Ayah” ucap Viola dengan air mata yang mengalir, Viola bersimpuh di kaki ayah nya.

“Ayah, vio minta maaf”

“ Vio sudah durhaka dengan ayah, vio minta maaf yah”

“ Vio apa ini kamu nak?” Tanya ayah Ahmad

“ Iya, ini vio yah “

“ Kau pasti lebih cantik sekarang. maaf ya, ayah sudah tidak dapat melihat” ucap ayah Ahmad dengan senyuman tulus yang menyayat hati.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post