Fellicia Aira Maleekha

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Perjalanan Seorang Penari Kecil

Perjalanan Seorang Penari Kecil

Perjalananku dimulai dengan diriku yang belum masuk Sekolah Dasar. Aku ingat sekali awal mulanya aku dan mama pergi berolahraga pagi di Gor Ciracas. Saat sedang berjalan santai menyusuri setiap bagian dari Gor, aku dan mama melihat sekelompok anak yang usianya tidak jauh dariku. Ternyata mereka merupakan murid dari sanggar tari Sekartaji. Mama pun langsung mendaftarkanku. Saat itu aku berusia 6 tahun, aku sama sekali tidak bisa menari. Gerakanku terlihat sangat kaku, sekedar gerakkan tangan saja aku tidak bisa. Waktu berlari begitu cepat, sudah 6 bulan aku mengikuti sanggar tari tersebut. Ujian pengambilan nilai tari sudah tiba, diujian pertama aku membawa kan tari Yapong.

Hari - hari Selanjutnya aku masih tetap berada di sanggar yang sama. Setiap hari minggu, pukul 12.00 aku berlatih. Di sana aku mempelajari tarian baru, yaitu Jali - Jali. Setiap pertemuan pastinya selalu ada gerakan tambahan, Satu bulan, dua bulan, dan sudah sampai enam bulan aku mempelajari tarian itu. Ujian pengambilan nilai kedua telah tiba. Aku mengambil nilai di Gor Bulungan, Jakarta Selatan. Tetapi di 6 bulan sebelumnya sanggarku juga mengajarkan tari Topeng Gong. Setiap ujian pengambilan nilai, aku mendapatkan sertifikat tentang Sejauh mana aku telah menguasai gerak tarian tersebut.

Setelah kurang lebih 1.5 tahun aku mengikuti sanggar di sana, aku berhenti. Tetapi setelahnya aku mengikuti sanggar tari di RPTRA Susukan Ciracas. Sekurangnya 6 bulan, kami mengikuti lomba se DKI Jakarta, Sebelumnya ada babak penyisihan lingkup Jakarta Timur. Di babak penyisihan aku dan timku berhasil lolos ke tahap selanjutnya. Pada babak penyisihan di laksanakan di Gedung kesenian Condet. Setelah lolos dari babak penyisihan, kami bersaing lagi di tingkat DKI Jakarta. Latihan kami pun membuahkan hasil. Kami mendaparkan kategori 10 terbaik.

Beberapa bulan setelahnya, sekolahku mengadakan seleksi untuk lomba FLS2N 2019. Aku pun terpilih menjadi salah satu anggota tim yang berisi 3 orang. Sebelum aku terpilih menjadi anggota tim tari, aku merupakan murid yang aktif. Aku pernah mengikuti seleksi lomba menggambar, namun takdirku bukan berada disitu. Aku juga pernah mengikuti lomba puisi antar sekolah, lagi dan lagi itu bukan jalanku. Aku fokus ke satu tujuan, yaitu tari. Berbagai macam sudah dipersiapkan. Mulai dari olah tubuh, membuai tema dan bahkan gerakkannya. Saat itu mama juga mendaftarkanku les ballet. Mungkin jika saat itu tidak ada pandemi, aku pasti sudah menjadi penari ballet.

Harapanku sirna bagaikan hilang tersapu oleh ombak. Munculnya Covid-19 membuat semua persiapanku sia-sia. Langkahku terhenti, semua ambisi dan antusiasku perlahan memudar. 2 - 3 tahun berlalu, bakatku menjadi terpendam begitu saja. Saat memasuki jenjang Sekolah Menengah pertama, aku bertemu dengan seorang guru tari. Bu Emma, beliau seperti pelita yang menuntunku di tengah kabut. Seperti sinar, kegigihanku tak pernah pudar dan tak benar-benar padam. Meskipun pandemi sempat memadamkan semangatku, Jauh di dalam hatiku tahu bahwa menari adalah bagian dari diriku. Beliau juga membantu dan memotivasiku untuk menjadi Fellicia yang sekarang di kenal banyak orang.

Seiring berjalannya waktu beberapa ajang perlombaan telah aku ikuti. Namun beberapa lomba tidak membuahkan hasil, mungkin memang bukan takdirnya. Pada tahun 2024 mengikuti FLS2N. Se-berkas cahaya tumbuh ketika aku dan timku mendapatkan juara 3 tingkat binaan. Pada tingkat selanjutnya kami belum mendapat -kan hasil yang memuaskan. Tetapi semangatku tidak hilang begitu saja. Beberapa bulan setelahnya aku mengikuti ajang perlombaan carnival SMAS PKP ke-12. Aku membawakan tarian "Dara Kesohor." Tarian ini menjadi tarian favoritku. Saat sedang pengumuman juara, Fellicia Aira Maleekha disebut dengan total poim 246 dan mendapat kan juara 3. Air mataku jatuh bersama senyum lebar yang tidak bisa aku sembunyikan. Tahun ini aku mengikuti FLS3N, namun hasilnya tidak sesuai dengan harapanku.

kini aku tahu, menari bukan sekedar gerakkan tubuh, tapi perjalanan hari. Aku akan terus menari sebab di seriap Langkah aku menemukan versi terbaik diriku sendiri.

Rabu, 06 Agustus 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post