Salsabila Nadhifah Aulia

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Chiyo Si Penulis Cilik

Chiyo Si Penulis Cilik

Chiyo adalah seorang anak perempuan yang sangat suka menulis. Setiap hari Chiyo menulis, ia menulis tentang semua yang menarik menurutnya. Contohnya Chiyo suka menulis kesehariannya di sekolah, di rumah, dan bahkan lingkungan di sekitarnya. Ia sangat ingin ceritanya dibukukan tapi Chiyo tidak tahu caranya.

Disaat hari minggu yang cerah, Chiyo hendak menulis yang ada di imajinasinya, sambil melihat pemandangan dari jendela kamarnya.

“Wah, hari ini cuacanya cerah, sangat nyaman untuk aku menulis sekarang.” Ucap Chiyo hendak menulis.

Beberapa saat kemudian, ternyata Chiyo sudah menulis 3 lembar kertas.

“Ternyata sudah banyak ya, yang aku tulis.” Kata Chiyo.

Selain pandai menulis cerita, ia juga pandai menggambar. Chiyo sering mengikuti lomba-lomba di sekolah maupun luar sekolah, tetapi Chiyo tetap lebih suka menulis cerita. Karena menurutnya, dengan menulis bisa membuatnya lebih tenang, saat ia marah dan sedih. Saat Chiyo senang, ia juga menulisnya di buku tulisnya, agar suatu saat nanti ia bisa mengingat kembali kenang-kenangan yang sudah dilalui.

Chiyo sangat ingin cerita yang ia tulis dibukukan. Tetapi Chiyo tidak tahu caranya agar dibukukan. Saat sore hari setelah Chiyo bermain dengan teman-temannya, Chiyo bertanya kepada kakak laki-lakinya yang bernama Yuta.

“Kak Yuta, aku ingin cerita buatanku dibukkukan. Tetapi aku tidak tahu caranya. Apakah kak Yuta bisa membantuku?” Tanya Chiyo kepada kakaknya.

“Ooh, jadi Chiyo ingin jadi penulis ya?” Tanya kak Yuta kepada Chiyo.

“Hehehehe iya kak.” Ucap Chiyo sambil tertawa kecil.

“Baiklah, kakak akan bantu Chiyo sampai berhasil jadi penulis yang hebat.” Ucap kakaknya.

“Yeay, terimakasih kak Yuta.” Ucap Chiyo berterimakasih kepada kak Yuta.

Keesokan harinya, mereka memilih cerita buatan Chiyo yang akan dikirim ke penerbit. Mereka ingin mengirim ke beberapa penerbit.

“Kalau cerita yang ini bagaimana kak, bagus tidak?” Tanya Chiyo kepada kakaknya.

“Ini boleh. Bagus kok ceritanya, kita coba saja kirim ke penerbitnya.” Ucap kak Yuta setuju dengan pendapat Chiyo.

Beberapa hari setelah mereka memilih beberapa cerita Chiyo yang akan dikirim ke penerbit, akhirnya ada salah satu penerbit yang menerima cerita Chiyo.

“Chiyo, sini dulu sebentar!” Ucap kakaknya dengan senang.

. “Kenapa kak?” Tanya Chiyo kepada kak Yuta

“Ada sesuatu yang pasti bikin kamu seneng banget, coba tebak!” Ucap kak Yuta membuat Chiyo kebingungan.

“Hmmm… jangan-jangan, sudah ada penerbit yang menerima ceritaku ya kak?” Tanya Chiyo kepada kakaknya dengan senang.

“Hahahaha iya, selamat ya Chiyo. Semoga prosesnya lancar sampai cerita buatan Chiyo jadi buku.” Ucap kak Yuta memberi semangat.

“Semangat terus ya Chiyo! bunda dan ayah selalu memberi doa yang terbaik untuk Chiyo.” Ucap bunda Chiyo

“Iya, terimakasih semuanya sudah membantu dan menyemangati Chiyo.” Ucap Chiyo dengan gembira.

Setelah beberapa bulan mereka membayar ke penerbit yang menerima cerita Chiyo, tidak ada kabar lagi tentang proses pembukuan cerita Chiyo. Setelah kak Yuta mencari tahu informasi tentang penerbit tersebut, ternyata mereka tertipu oleh penerbit tersebut. Sudah banyak yang menjadi korban penipuan penerbit itu.

“Chiyo, maaf ya. Penerbit yang menerima cerita Chiyo ternyata penipu. Karena itu, selalu tidak ada kabar dari mereka tentang prosesnya.” Kak Yuta minta maaf kepada Chiyo kerena merasa bersalah tidak teliti dalam mencari penerbit yang bagus.

“Tidak apa-apa kak, mungkin memang belum saatnya. Tetapi aku akan terus berusaha, aku tidak boleh putus asa.” Ucap Chiyo dengan sedikit sedih.

Saat malam hari, kak Yuta melihat Chiyo sedang mengetik di laptop miliknya. Kak Yuta tahu, Chiyo pasti sedang menulis cerita lagi. Kak Yuta kembali ke kamarnya untuk mencari penerbit yang bagus dan terpercaya dengan sangat teliti. Karena ia tidak ingin adik perempuannya itu sedih lagi.

Beberapa hari kemuadian setelah kak Yuta mengajukan tulisan yang dibuat Chiyo ke penerbit lalu, ada salah satu penerbit yang tertarik dengan cerita Chiyo. Lalu tak disangka, ada salah satu penerbit yang tertarik dengan cerita Chiyo. Kak Yuta bergegas memberitahu berita gembira itu pada Chiyo. .

“Terimakasih kak Yuta, maaf ya kalau aku membuat kakak lelah.” Ucap Chiyo kepada kakaknya.

“Tidak apa-apa Chiyo, kan kakak sudah bilang, kalau kak Yuta akan bantu Chiyo sampai jadi penulis hebat.” Ucap kak Yuta.

Dua bulan kemudian, setelah melalui beberapa proses. Akhirnya cerita Chiyo berhasil dibukukan. Chiyo sangat senang ia berterimakasih kepada kak Yuta, ayah, bunda, dan juga penerbit yang telah menerbitkan cerita Chiyo dengan lancar. Chiyo juga menjual bukunya, ia sudah mendapat banyak penghasilan dan Chiyo memberinya kepada kak Yuta dan orang tuanya kerena telah membantunya.

“Tidak perlu Chiyo, kakak, bunda, dan ayah senang membantu Chiyo. Yang penting Chiyo terus berkarya dan tidak boleh sombong karena sudah menjadi penulis.” Ucap kak Yuta menasihati Chiyo.

“Siap laksanakan kak, hahahaha.” Ucap Chiyo sambol tertawa.

Chiyo terus berkarya setiap harinya, beberapa bulan kemudian sudah ada tiga buku milik Chiyo.

Nama: Salsabila Nadhifah Aulia

Tempat tanggal lahir: Jakarta, 04 Juni 2009

Nama seksolah: SMPN 222 Jakarta

Alamat e-mail: [email protected]

No WA: 085559639689

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post