Panca Darmawan

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Sepatu Lumpur

Saya pernah menonton suatu film yang berjudul "Sepatu Lumpur". Film itu mengisahkan seorang anak bernama Amin yang sangat semangat dalam belajar dan selalu datang ke sekolah. Pada saat musim hujan, Amin selalu terlambat masuk ke sekolah dan sepatunya kotor berlumpur dikarenakan ia menuju sekolah tanpa transportasi apapun, ia hanya berjalan kaki dari rumahnya.

Hingga pada suatu hari, Guru Amin menegurnya karena selalu datang dengan sepatu berlumpur yang menyebabkan lantai kelas menjadi kotor. "Amin, jika sepatu kamu masih kotor, sebaiknya besok kamu tidak usah sekolah ya" ucap sang Guru. Amin merasa sedih mendengar perkataan gurunya, teman-temannya pun serentak mengarahkan pandangannya ke sepatu Amin yang sudah tak layak pakai karena dipenuhi dengan lumpur.

Keesokan harinya Amin tetap semangat untuk datang ke sekolah, tetapi sesampainya ia di depan gerbang sekolah tiba-tiba terlintas perkataan gurunya kemarin. "Kalau aku masuk ke kelas lagi bisa bisa Ibu Guru marah padaku" ucap Amin murung, Jadi Amin memutuskan untuk pulang lagi ke rumahnya. Di dalam kelas ketika pelajaran sedang berlangsung, tiba-tiba sang Guru teringat perkataannya kemarin, ia merasa perkataannya terlalu berlebihan. "Guru macam apa aku ini. Bagaimana jika Amin berhenti sekolah karena perkataanku" renung sang Guru.

Keesokan harinya Amin berangkat ke sekolah dengan sepatu yang dibungkus plastik supaya tidak mengotori lantai kelas lagi. Bu Guru yang senang dengan hal itu segera menghampiri Amin seraya meminta maaf. Ternyata Bu Guru telah menyiapkan sepatu baru untuk Amin supaya dia semakin semangat untuk datang ke sekolah. Teman-teman Amin juga menyambut kedatangan Amin dengan membawakan sepatu baru juga untuknya. Amin sangat berterima kasih kepada Bu Guru dan teman-temannya.

Pesan moral yang terkandung dalam cerita ini adalah teruslah semangat dalam menuntut ilmu walau banyak rintangan menghadang, karena setiap masalah pasti memiliki jalan keluar. Dari teman-teman Amin kita dapat belajar untuk membantu orang lain. Dari gurunya juga kita dapat belajar untuk berhati-hati dalam berkata, karena perkataan dapat menyebabkan hati seseorang terluka.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post