Naisha

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mari Menjaga Lingkungan

Mari Menjaga Lingkungan

Mari Menjaga Lingkungan

Setiap hari kita melihat lingkungan sekitar kita. Matahari dan awan putih menghiasi langit biru di siang hari, bunga menghiasi hijaunya rumput-rumput, serta pohon-pohon yang memenuhi bumi ini. Sungguh indah sekali!

Namun dibalik indahnya lingkungan kita, ada sesuatu yang terjadi.

Suatu ketika, aku mengamati lingkungan sekitarku. Aku melihat banyak sampah di selokan. Padahal sudah ada kegiatan bergotong-royong untuk membersihkan lingkungan, tetapi mengapa masih saja ada banyak sampah di selokan?

Tak hanya di lingkunganku saja, di daerah lain juga banyak sampah di selokan. Aku juga pernah mendengar, banyak orang sering membuang sampah ke sungai dan mencuci pakaian di pinggir sungai menggunakan deterjen yang mengandung bahan kimia. Semua itu membuat lingkungan tercemar.

Akibat dari banyaknya sampah di selokan, banjir dapat terjadi. Hal ini sering kulihat terjadi di daerah rumahku saat hujan besar datang. Sampah-sampah di selokan menghambat aliran air sehingga air meluap keluar. Begitupun akibat dari membuang sampah di sungai, aliran air akan terganggu sehingga air sungai meluap dan terjadi banjir. Sedangkan mencuci pakaian di tepi sungai memakai deterjen yang mengandung bahan kimia dapat membuat ikan ataupun hewan air lainnya keracunan, lalu tak berapa lama, mereka akan mati. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan alam.

Pernah juga kubaca berita, tentang pepohonan yang banyak ditebang. Jika semua pohon ditebang, apa ya yang akan terjadi? Pohon di bumi sama seperti paru-paru di dalam tubuh manusia. Paru-paru mengambil karbondioksida dari darah kotor yang telah disalurkan ke seluruh tubuh manusia lalu menukar karbondioksida tersebut dengan oksigen yang ada dalam darah bersih. Begitupun dengan pepohonan. Pepohonan menyerap karbondioksida dan akan menghasilakn oksigen pada proses fotosintesis.

Jadi jika tidak ada pohon, udara akan terus tercemar. Akibat asap-asap dari pabrik maupun kendaraan bermotor akan terus mencemari udara sehingga dapat mengebabkan berbagai macam penyakit dan juga menimbulkan pemanasan global.

Baru kemarin aku membaca sebuah artikel tentang pemanasan global. Menurut www.wikipedia.org, pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "Sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia". Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan. Wah mengerikan sekali ya akibat yang dapat terjadi.

Kulihat juga, ada banyak sampah di pantai. Pantai-pantai yang pada awalnya bersih, sekarang sudah banyak sampah dimana-mana. Kudengar ada banyak sekali hewan laut yang menderita akibat sampah di laut. Seperti hidung penyu yang tidak sengaja termasuki sedotan plastik, dan paus yang memakan kantung plastik karena ia mengira itu adalah makanannya.

Tak cukup kuceritakan di artikel ini satu-persatu tentang hal-hal yang dapat mencemari lingkungan. Mungkin dari sini kalian tahu, bahwa banyak sekali lingkungan di sekitar kita yang sudah tercemar.

Lingkungan adalah tempat kita hidup, maka dari itu kita harus menjaga lingkungan. Cara sederhana yang dapat kita terapkan untuk menjaga lingkungan adalah memulai untuk menanam pohon, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon sembarangan, mengurangi memakai kendaraan bermotor jika jarak yang dekat, dan mengurangi pemakaian zat-zat kimia yang dapat menyebabkan efek rumah kaca. Mungkin kalian pikir ini adalah hal yang kecil, namun hal kecil tersebut bisa melestarikan lingkungan di sekitar kita.

Kuharap melalui artikel yang kubuat ini, banyak orang yang akan memulai mengubah kebiasaan buruk mereka menjadi upaya untuk menjaga lingkungan. Agar lingkungan kita dapat bersih kembali seperti dulu.

Tentang Penulis

Hai! Perkenalkan namaku Naisha Syifa Ramadhani. Aku lahir di Cimahi pada tanggal 5 September 2010. Sekarang aku duduk di kelas 4 SD Firdaus Percikan Iman, Kab. Bandung Barat. Hobiku adalah membaca buku, melukis, menggambar, dan sekarang aku juga suka menulis. Kalau kalian mau berkorespondensi, boleh hubungi aku ke email [email protected] ya. Terima kasih!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

naisha ikut? semangat yah... aku juga nih. tapi lom post

14 Jun
Balas

Iya Nis, semangat jugaa!

14 Jun

arigatou gozaimassu

14 Jun

Doitashimashite hehe maaf kalau salah

15 Jun



search

New Post