Nadiyah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Rinduku Belum Terbayar

Rinduku Belum Terbayar

Rinduku Belum Terbayar

Nadiyah

SMKN 3 Tanjungpandan, Belitung

Pada pagi hari yang cerah, saya bangun dari tidur dan langsung menjalankan aktivitas seperti biasanya. Tetapi, saat itu suasana hati tidak secerah langit pagi. Kami semua harus menerima kabar bahwa sekolah akan diliburkan. Betapa sedihnya kami saat menerima kabar tersebut. Mau tidak mau harus melaksanakan kebijakan yang ada untuk belajar dari rumah. Tanpa pertemuan, candaan, dan bermain dengan riang bersama teman-teman di sekolah.

Bulan Maret tahun lalu, kami dikabarkan oleh wali kelas melalui via whatsapp grup kelas bahwa kegiatan mengajar belajar dihentikan karena saat itu Indonesia pertama kali terkonfirmasi positif terjangkit virus covid-19 yang bersumber dari Wuhan di China. Sehingga, pihak Dinas Pendidikan Pusat mengambil kebijakan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan menggantikannya dengan pembelajaran jarak jauh dari rumah. Upaya tersebut bertujuan untuk menghambat penyebaran virus karena covid-19 ini tidak terlihat dan bisa menyebabkan kematian pada siapa saja yang terinfeksi. Maka dari itu, sekolah dilaksanakan dari jarak jauh agar warga sekolah terhindar dari virus ini.

Disaat kegiatan pembelajaran dari rumah berlangsung, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dari rumah biasanya dilakukan melalui Google Classroom, grup whatsapp, video materi, dan beberapa media lainnya. Melalui media tersebut, para guru dan murid berinteraksi dalam pembelajaran. Dengan cara ini saya merasa bosan, susah untuk menerima pembelajaran yang diberikan sehingga tugas terlambat saya kerjakan. Tugas sekolah pun menjadi lebih menumpuk daripada kegiatan pembelajaran secara tatap muka. Rasa kesal kian menggemuruh ketika tugas tersebut harus segera dikumpulkan sementara saya belum menyelesaikannya. Akhirnya tugas-tugas pun tidak bisa diselesaikan tepat pada waktunya.

Selain susah memahami pembelajaran yang mengakibatkan keterlambatan mengumpulkan tugas, kuota internet juga menjadi masalah buat saya. Tiba-tiba kuota habis padahal pembelajaran masih berlangsung. Akhirnya saya ketinggalan informasi dan tugas akhirnya menumpuk lagi.

Tetapi dibalik rasa kesal itu, ada juga sisi positif yang saya rasakan selama belajar dari rumah. Pembelajaran di rumah tidak terikat oleh waktu. Saya bisa melakukannya kapan saja dan dimana saja. Saya juga bisa mengikuti pembelajaran sambil membantu orang tua di rumah. Dua pekerjaan bisa saya selesaikan dalam waktu bersamaan. Sambil menyelam minum air, begitu kata pepatah. Untuk kuota, ternyata pemerintah memberikan bantuan kepada pelajar dan pengajar kuota internet gratis untuk memperlancar proses pembelajaran online.

Tetapi, jika diperhatikan dengan seksama kegiatan pembelajaran di rumah ini tidak berjalan efektif seperti yang diharapkan. Meskipun saya tertolong oleh waktu belajar yang tidak mengikat dan bantuan kuota pemerintah, masih banyak keterbatasan. Adanya dinding pemisah antara siswa dan guru membuat interaksi terbatas. Kami tidak bisa bercanda, tertawa, berdiskusi tentang pembelajaran dan berbincang tentang serunya masa remaja. Saya rindu rindu itu semua. Rasanya ingin kembali seperti dahulu ketika virus corona belum menerpa. saya masih bisa bersenda gurau bersama teman-teman, bertukar isi kepala disaat pembelajaran berlangsung, keseruan diberbagai kegiatan sekolah.

Tetapi, mau bagimana lagi? Tidak ada yang mengetahui akan ada kondisi seperti ini. Saya harus tetap menjalankanya tugas saya sebagai pelajar. Ada peribahasa “banyak jalan menuju roma” yang berarti kita jangan hanya terpaku pada satu cara saja dan tidak berkembang, sehingga tidak mencapai tujuan. Corona tidak menjadi penghalang saya mencapai tujuan itu. Tetap semangat walau rinduku belum terbayar.

Biodata penulis :

Nama penulis Nadiyah. Lahir pada tanggal 11 Mei 2005 di Tanjungpandan. Bersekolah di SMK Negeri 3 Tanjungpandan,dan mengambil jurusan tata kecantikan. Untuk mengenal penulis lebih lanjut, penulis bisa dihubungi melalui nomor WA 081997537157 dan email di [email protected]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post