LunaMoon

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MELODIOUS-BAB 2 : Kegiatanku

MELODIOUS-BAB 2 : Kegiatanku

…..Seminggu kemudian…..

Matahari pagi mulai terbit di ufuk timur dan cahayanya yang menyilaukan mulai memasuki celah jendela di kamarku.

Selimut berwarna gradasi pink itu kutarik perlahan, menutupi kakiku yang terkena udara dingin. Aku masih tertidur di kamar, dengan posisi miring ke arah barat. Sekarang jam menunjukkan angka jam 05.55 pagi yang artinya, lima belas menit lagi jam wekerku akan berbunyi. Suasana kamar sepi dan tenang. Gesekan ranting pohon yang terkena angin di luar menambah damainya suasana kamar.

Aku memiliki kamar yang cukup luas. Dinding kamar yang berwarna biru aqua cerah itu sangat segar sehingga membuatku merasa bersemangat dan santai saat melihatnya. Di samping pintu kamar terdapat bingkai foto-foto keluarga dan masa kecilku yang disusun berjejeran dengan rapi. Dan dibawahnya terletak rak sepatu berwarna abu-abu. Berkisaran satu meter, terdapat pintu berwarna cokelat dan memiliki papan tulisan yang bertulis “Kamar Mandi”.

Disisi kanan kamar, terdapat kasur yang cukup besar dengan meja putih kecil dikedua sisi kasur, beserta lampu hias yang terletak diatas meja. Disamping kasur, bertengger meja belajar berbahan kayu jati. Diatas meja belajar tersebut terdapat buku pelajaran, buku latihan soal, dan barang-barang lucu lainnya. Agar terlihat manis, diletakkan satu bunga dan boneka beruang berwarna pink magenta diatas meja tersebut. Di samping kiri kasur, tepatnya di dinding kamar terdapat jendela yang cukup besar dengan tirai berwarna abu-abu.

Bersebrangan dengan kasur, di sisi kiri kamar, terdapat rak buku yang lumayan besar. Rak buku tersebut memuat banyak buku, mulai dari komik, novel, buku pelajaran, kamus, bahkan ensiklopedia. Disamping rak buku, diletakkan kursi baca berwarna pink yang empuk dengan meja bundar yang tingginya pas, lampu hias yang berada di sisi kanan kursi sebagai hiasan menambah kenyamanan dalam membaca. Dilantai, terdapat meja bundar berwarna pink cerah dengan karpet berwarna pelangi.

Sinar sang surya yang silau masuk ke sela-sela tirai, mengenai wajahku. Saat kubuka kelopak mataku, cahayanya yang menyeruak masuk ke dalam netra, membuatku mengangkat tangan dan menutupi sebagian wajahku.

“Ugh..” lirihku pelan, menghindari silaunya matahari.

Aku mengerjapkan mataku dan perlahan bangun dari tidurku. Aku menyandarkan badan di kepala ranjang, menatap ke bawah, dengan tatapan kosong, masih mengumpulkan sisa sisa nyawa. Aku melirik ke arah jam yang bertengger manis diatas meja putih. Jam itu menunjukkan angka 06.03,

“Masih terlalu pagi nih.. apa aku tidur lagi aja,ya? tapi..kalau tidur lagi nanti mama marah. Apa langsung mandi aja yah? Yaudahlah, mandi aja deh..” pikirku dalam hati.

Aku menyingkirkan selimut bergradasi pink yang melindungi tubuhku, mendaratkan kaki dilantai. Dan berjalan kecil menuju jendela yang bersebelahan dengan kasurku. Kusibak tirai, membuat cahaya matahari yang begitu menyilaukan menembus jendela dan menyinari sebagian besar ruangan di kamar.

Aku menatap keatas, memandang cakrawala biru yang luas, seraya berkata,”Syukurlah, cuaca hari ini bagus ya..”

“Ciip..ciip..,” Suara burung pipit yang kudengar berkicau merdu di pagi hari bernyanyi dengan rianya, seakan menyapa seluruh makhluk hidup dan turut mengatakan bahwa ini adalah awal hari baru. Angin sepoi-sepoi berbisik lembut, membuat tirai kamar tertiup pelan. Jauh diluar, terdengar suara mobil dan motor berderu, suara langkah kaki orang yang sedang jogging pagi, dan suara anjing menggonggong keras. Langit terlihat sangat bersahabat hari ini, pagi ini langit sangat cerah. Awan-awan putih itu beriringan lembut seperti kapas yang mengambang di langit luas.

Setelah membuka tirai, kubuka jendela agar udara segar bisa masuk ke dalam kamar, aku menghirup dalam-dalam udara segar di pagi hari ditengah cuaca cerah ini. Aku pun melakukan beberapa peregangan kecil, untuk menghilangkan rasa pegal di seluruh tubuh. “Yak, saatnya bersiap-siap ke sekolah!” kataku dalam hati.

Yak, aku memulai kegiatan pertamaku dengan merapikan kasur. Dari melipat selimutku serta merapikan bantal yang terserak di kasur. Setelah merapikan kasur, Aku berlari kecil dari kasur menuju gantungan handuk dan menyambar handuk berwarna putih tersebut. Aku membalikkan badan, beralih ke pintu cokelat yang memiliki papan dengan tulisan ”Kamar Mandi”. Tanganku meraih gagang pintu kamar mandi dan menariknya.

“Krieeet…”

Aku memasuki kamar mandi, berjalan menuju wastafel dan mencuci mukaku. Aku berdiri di depan wastafel itu, menatap cermin dan melihat pantulan diriku disana. Visual seorang anak perempuan dengan surainya yang berwarna putih, rambutnya yang super berantakan seperti rambut singa. Aku lekas mencuci muka dengan sabun muka, sikat gigi. Setelah menyikat gigi,

Aku pun berjalan masuk lalu mengambil handuk berwarna putih yang ku tinggalkan sesaat. Aku pun berjalan ke arah pancuran air yang ditutupi oleh kaca dan tirai di sebelah timur kamar mandi. Lalu, membuka pintu kaca serta tirai mandi, dan menutupnya kembali. Aku segera meletakkan handuk, lalu menyalakan pancuran air, dan air dari pancuran itu bulir per bulir mulai mengenai dan akhirnya membasahi tubuhku.

“Dingiiin…” seruku pelan

Badanku sedikit menggigil karena merasakan suhu air yang membasahi tubuhku. Itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan suhu air itu, aku pun mandi sambil bernyanyi riang di kamar mandi.

……. ……. ……. …….

Setelah mandi, aku segera memakai baju seragam sekolah yang tergantung di lemari. Setelah memakai seragam, aku mematut matut diri di depan cermin sambil merapikan kaos kaki,

”Yak, seragam sudah beres!” kataku dalam hati.

Setelah memakai seragam, aku berjalan menuju meja rias, untuk merapikan rambutku. Segera kuambil sisir yang tergeletak di atas meja dan mulai menyisir rambut putih ku, saat menyisir rambut aku memikirkan sesuatu.

“Hmm..aku penasaran dengan kakak yang ada di mimpiku, kakak itu sebenarnya siapa ya? Padahal waktu itu aku sangat mengenalinya...aku penasaran.." batinku.

Aku masih penasaran dengan kakak di mimpi yang namanya tidak aku ketahui. Tanpa sadar aku, berhenti menyisir rambutku dan kembali fokus menyisir rambut. Setelah menyisir rambut, aku mengambil ikat rambut berbentuk kupu-kupu dan menguncir rambutku menjadi kuncir ekor kuda. Beres dengan rambut, aku beralih ke poniku, karena sepertinya hari ini cuaca akan panas dan terik, agar tidak berkeringat aku berinisiatif untuk memakai jepit rambut.

Ketika sampai di meja belajar, aku mengambil tas sekolahku yang berwarna ungu lalu memeriksa tas tersebut, memastikan setiap buku pelajaran yang dibawa sudah lengkap. Setelah memastikannya sekali lagi, aku mengangkat ransel itu dan menggendongnya di pundakku. Aku berlari kecil ke depan pintu kamar, mengambil sepatu berwarna hitam di rak sepatu dan menarik gagang pintu kamar.

“Cklek!” “Blam!”

“Drap..Drap..Drap..”, langkah kakiku yang menuruni tangga membuat suara kriut kriut di setiap anak tangga yang kupijak. Aku menuruni anak tangga dan menoleh ke arah mama yang ada di sebrang tangga, sedang memasak sarapan.

”Pagi, Ma!” sapaku,

“Pagi juga, Sayang.” balas Mama singkat, melanjutkan memasaknya.

Adonan pancake dan suara desisannya menebarkan aroma sedap ke seluruh ruang meja makan dan dapur. Aku berjalan ke arah meja makan dengan tiga kursi di sekelilingnya. Aku meletakkan tas diatas kursi berwarna coklat dan sepatu dilantai, lalu aku berjalan ke kulkas untuk mengambil susu. Setelah meminum segelas susu, aku mengambil buku IPA yang ada di dalam tas lalu membacanya.

Beberapa saat kemudian, Aku dan Mama sibuk dengan kegiatan masing-masing. Diantara kesibukan itu, terbesit pertanyaan di kepalaku dan aku pun segera bertanya pada mama,”Ma, Papa mana?”

Mama menjawab,“Masih dikamar deh, kayaknya..”.

“Memangnya, kamu ada apa cari papa?” lanjut Mama, sambil menuangkan adonan pancake ke dalam wajan anti lengket.

“Nggak apa-apa, Ma..cuma nanya aja kok!” balasku cepat, kembali membaca buku IPA.

Pluuk! Pluk! Pluk! Suara pancake yang diletak diatas piring porselen terdengar dari dapur. Mama menaruh tiga piring porselen penuh pancake hangat diatas meja seraya berkata,”Sudah jadi nih…”.

“Waah, kayaknya enak banget nih!!” kataku semangat sambil menjilati bibir.

Beberapa saat kemudian, selesai dan Papa datang, bergabung di meja makan bersama Aku dan Mama. Kami makan pancake bersama, sesekali disela dengan mengobrol dan bercanda.

“Sudah selesai pr kemarin, Al?” Papa bertanya setelah selesai meneguk beberapa kopi.

“Sudah, Pa.” Aku menjawab singkat, kembali menyendokkan pancake ke dalam mulut. Masih memakan pancake dan segelas susu cokelat, rasanya nikmat dan enak sekali.

Pancake hangat dengan madu manis terasa legit dan lembut, susu dinginnya terasa kental dan nikmat. Aku menikmati sarapan pagi bersama Mama dan Papa sembari menyunggingkan senyum yang manis, semanis pancake madu yang kumakan hari ini.

…… …… …… ……

Setelah kenyang menikmati masakan Mama, Aku menggendong ranselku dan meninggalkan meja makan lalu berjalan menuju garasi. Di garasi, aku mengambil sepeda berwarna merah dan menuntunnya keluar garasi menuju halaman depan rumah. Aku segera memasang helm hitam dan menaiki sepedaku.

“Pagi ini benar-benar menyenangkan!!” batinku dalam hati.

Aku mengayuh kencang sepedaku, sehingga membuat lajunya menjadi cepat. Angin pun berhembus, membuat rambut putihku tersibak. Kulit putihku bercahaya ditimpa sinar mentari.

Semoga kegiatanku hari ini sama menyenangkannya dengan pagi ini…

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post