Hannan Hazimah A.H

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Apakah Kakak Membenciku? #4

Apakah Kakak Membenciku? #4

Disekitarku terasa gelap, lama-lama tambah gelap dan tambah gelap. Lalu aku jatuh pingsan.

***

Mataku perlahan-lahan terbuka, aku berada di sebuah kamar, tapi ini kamar siapa dan dimana? Aku melihat kea rah kiri ku, terlihat seorang anak perempuan sedang duduk di samping-ku, aku pun bertanya pada anak perempuan itu, “I-ini dimana?”

“Ahh.. kau sudah bangun rupanya. Namaku Aurel. kau sekrang berada di rumahku.” anak perempuan bernama Aurel itu tersenyum, “sebentar ya.. aku akan memanggil Mommy-ku dulu”

Aurel berjalan keluar kamar dan memanggil ibunya, “Momm.. anak perempuan tadi sudah sadar!”

Beberapa saat kemudian, ibunya Aurel datang, “Halo.. Nama kau siapa, gadis cantik? Tadi ketika Aurel dan saya baru berbelanja, di perjalanan pulang ke rumah, kami menemukanmu tergeletak pingsan di pinggir jalan. Jadi kami membawamu kesini. Oh iya, panggil saja saya Tante Lili ya..” cerita Tante Lili.

“Ohh, gitu… Maaf ya, kalau jadi ngerepotin. Terima kasih sudah membawa Maura kesini..”

“Sama-sama.. Ohh, nama kamu Maura ya.. Maura, boleh Tante meminta no Hp orangtua mu? Supaya Tante bisa memberitahu keluargamu kalau kamu tadi pingsan dan berada disni.”

“Saya sudah tidak punya orang tua. Saya hanya punya kakak, ini no Hp kakak saya, 062474****”

“Ohh.. oke!” Tante Lili segera menghubungi no kak Naira.

“Halo, dengan kakaknya Maura? Maura pingsan di jalan.. Sekarang lagi ada di rumah saya… Alamat rumah saya di Jalan mawar rumah no-9Z.. oke, kami tunggu,” setalah menelpon kak Naira selama lima menit, Tante Lili mematikan telepon lalu menoleh padaku.

“Nanti kakakmu akan datang kesini,” beritahu tante Lili.

Aku mengangguk, “Iya, tante..”

Satu jam kemuadian…

Tok, tok, tok! terdengar suara ketukan pintu, tante Lili segera membukakan pintu.

“Halo, permisi Tante.. Apakah tante yang menolong Maura ketika pingsa dijalan tadi? Saya kakaknya Maura, nama saya Naira,” kata orang yang baru datang itu, siapa lagi kalau bukan kak Naira.

“Iya. Silahkan masuk, Naira..” Tante Lili tersenyum ramah. lalu mengantarkan kak naira ke tempatku berada, yaitu kamarnya Aurel.

Aku saat itu lagi makan bersama Aurel, makanannya dikasih oleh Tante Lili, “Makan dulu, biar gak pingsan lagi,” begitu kata Tante Lili ketika aku menolak untuk memakan nasi pemberian Tante Lili.

Ketika kak naira masuk ke kamar Aurel, kak Naira segera berlari mendatangiku, “Mauraa.. kamu tidak apa-apa, kan?”

“Aku nggak apa-apa kok, kak,” jawabku.

Setelah selesai makan, kak Naira mengajakku untuk pulang ke rumah.

“Kami pulang dulu, ya, Tante, Aurel.. Terima kasih banyak atas kebaikanna tadi,” aku dan kak Naira melambaikan tangan pada Tente Lili dan Aurel.

“Dadah.. Lain kali kalau sempat datang lagi ke sini ya,” kata Aurel sambil tersenyum dan membalas lambain tanganku.

“Iya. Dahh..”

***

Sesampainya di rumah…

“Maura, sekarang ceritakan apa penyebab kamu pingsan ya..” pinta kak Naira.

“Hmm… Mungkin karena kemarin Maura cuma makan pagi dan tadi waktu berangkat ke sekolah nggak makan karena sudah terlambat,” ceritaku.

“Ya Allah, Maura, Maura… Lain kali jangan begitu lagi, ya.. Sekarang jadi sakit, kan, Nah, sana kamu istirahat dulu, kakak mau bersihin rumah dulu” nasihat kak Naira.

“Kak, kakak kan belum selesai berkemah,” kataku mengingatkan.

Bersambung..

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Sudah kuduga dia pingsan

16 Oct
Balas

:Dugaan yg tepat

16 Oct

Oh iya aku dah bales pesan kak Hannan ya :)

16 Oct

sama juga berpikiran begitu

16 Oct

Aduuuuuuh, nggak sabar deh ngeliat endingnya :v

16 Oct
Balas

Sabarr.. InsyaAllah besok jd deh

16 Oct

Sekarang kakak nya jadi perhatian ya :')

16 Oct
Balas

Aiiihhh, Ziya kok gitu? hehe. Ceritamu seru banget Hannan

17 Oct

Makasih kak ;)

17 Oct



search

New Post