Gusti Bagas Pratama

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
GURUKU, PEMBERI KESEMPATAN BARU BAGI DIRIKU

GURUKU, PEMBERI KESEMPATAN BARU BAGI DIRIKU

Oleh: Gusti Bagas Pratama

"Tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal. Guruku, terima kasihku". Penggalan lirik dari sebuah lagu yang sering kita dengar dari kita duduk di bangku taman kanak-kanak hingga kita sudah dewasa seperti saat ini. Lagu milik Lil Mat tersebut menggambarkan tentang betapa pentingnya sosok guru bagi kehidupan kita. Tanpa seorang guru yang telah memberikan kita banyak ilmu, kita bagaikan jarum yg berada di dalam tumpukan jerami.

Dulu saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar, ada salah satu sosok guru yang sangat aku tidak sukai. Beliau sering menjelek-jelekanku dan juga memandang sebelah mata terhadap kemampuan yang aku miliki. Di saat teman-temanku senang dan gembira saat mengikuti pelajaran guru tersebut, aku merasa sangat tertekan. Saat itu yang berada di dalam benakku hanyalah rasa takut, rasa takut akan ejekan dari guruku. Guruku hanya memperhatikan anak-anak yang berprestasi dan pintar. Hingga tak sedikit juga teman-teman yang bernasib sama seperti diriku.

Bahkan pernah suatu ketika saat guruku mengadakan ulangan harian, nilaiku jauh dari kata sempurna. Bisa di katakan jika nilaiku menjadi nilai terburuk di kelas pada saat itu. Aku di tertawakan hingga di caci maki oleh teman-temanku karena nilaiku yg buruk tersebut, bahkan guruku mengatakan bahwa aku merupakan salah satu murid paling bodoh yang ada di sekolah.

Pada saat itu aku sangat terpuruk karena ejekan dari guru dan teman-temanku itu. "Menyerah?", Mungkin hanya itu yang berada di benakku saat ketakutan menyelimuti ku. Tapi, aku sadar bahwa kunci keberhasilan untuk mencari ilmu ialah semangat belajar, sabar, memiliki bekal yang cukup, membutuhkan waktu yang lama dan bimbingan dari guru. Hal tersebut bahkan di jelaskan di dalam kitab Ta'lim Muta'alim.

Tidak ada gunanya juga aku tersakiti oleh semua perkataan dari teman dan guruku tersebut. Oleh karena itu, aku mulai merubah perlahan-lahan mindsetku. "Dari pada aku tersakiti oleh perkataan mereka, lebih baik perkataan tersebut ku jadikan sebagai motivasi supaya aku bisa belajar dengan lebih giat lagi dan dapat menggapai semua impianku yang sudah aku impikan sejak kecil". Pikirku saat itu.

Aku mulai belajar lebih giat lagi supaya guruku dapat melihat bahwa yang dia nilai tentang diriku selama ini adalah suatu kesalahan besar. Hingga hari demi hari nilai mata pelajaran matematika mulai meningkat secara perlahan-lahan. Aku menjadi semakin semangat untuk belajar. Hingga guruku mulai terdiam dan tidak pernah lagi mengataiku dengan sebutan bodoh. Sampai aku mulai di percaya untuk mengikuti sebuah olimpiade matematika sebagai salah satu perwakilan dari sekolah tersebut. Bahkan puncaknya saat aku berhasil mendapatkan nilai sempurna saat ujian nasional.

Ada rasa bangga dan rasa haru yang menyelimuti saat itu. Ternyata, mau seberapa jahat pun seorang guru terhadap kita, pasti ilmu yang mereka berikan kepada kita tidak akan pernah sia-sia. Saat pengumuman nilai ujian nasional keluar, aku segera mencari sosok guru yang selama ini memberikan sebuah warna berbeda di kehidupanku, setelah aku menemukan beliau dengan segera aku peluk beliau. Aku tahu bahwa rasa benciku, rasa tidak suka ku selama ini kini telah berubah menjadi rasa haru dan bangga saat usaha yang berat akan membuah suatu hasil yang sangat manis.

Beliau memberikanku sebuah hadiah sebagai bentuk apresiasi atas perjuanganku salama ini yang membuat bangga beliau dan juga sekolahku tempatku untuk menuntut ilmu kala itu. Ilmu dan pengalaman yang guruku berikan tersebut sangatlah berharga, hingga saat ini aku menyukai mata pelajaran matematika karena beliau yang membuat pelajaran matematika ku begitu berwarna dan menyenangkan untuk di pelajari.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post