Fatimah Aida

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Duduk Di Jendela, Dan Melihat Dunia. Bab 6 (Bag 2)

“Hai semua! Rindu kan sama Kia? Akhirnya Kia balik ke indonesia, saat Kia di Prancis seru lho! Kia liat menara eiffel, dan bla bla bla” anak itu bercerita panjang lebar, Prancis? Apa dia tinggal di Prancis lalu pindah ke Indonesia? Tapi kenapa ia bilang ‘rindu’?

“Huh! Pamer! Panjang banget ceritanya, sudah mirip rumus matematika panjang kali lebar kali tinggi!” Nafisah mengomel tanpa henti, “memang itu rumus apa?” aku iseng bertanya, padahal aku sendiri tidak tahu jawabannya. “Tidak tahu! Tidak penting!” Nafisah mendengus sebal, “tidak penting kau bilang? Hari ini ada ulangan matematika! Kamu tidak belajar malam tadi?” aku sengaja mengusili, “he? Apa kau bilang? Jangan asal bicara! Kemarin Bu Aulia tidak bilang apa apa!” sepertinya aku berhasil mengusili Nafisah.

“Kemarin Bu Aulia tulis di papan tulis saat kamu ke kamar mandi,” aku berusaha meyakinkan, ber akting sebaik mungkin. Dan.. berhasil! Siapa sangka, Nafisah buru buru membuka buku paket matematika kelas 5. “Aku bercanda,” akhirnya aku mengaku, Nafisah dengan wajah sebal mencubit tanganku. Aku menatapnya kesal, ia menjulurkan lidahnya.

Selama kami mengobrol, Kia tidak berhenti bercerita. Dan akhirnya pelajaran di mulai. Setelah 2 jam belajar, bel istirahat berbunyi, siapa sih yang tidak suka istirahat? Tidak ada kan? Karena itu para murid berhamburan keluar kelas dan berlari menuju kantin. “Kamu tidak ke kantin?” Nafisah bertanya kepadaku yang malah duduk di kursi taman, “tadi sebelum berangkat sekolah aku sudah beli camilan,” jawabku santai. “kalau begitu aku ke kantin dulu ya,” aku mengangguk.

Aku melahap coklat yang tadi ku beli, tiba tiba Kia datang bersama 2 anak perempuan yang tak kukenal, lalu berdiri di depanku. “hei! Kamu anak baru ya?” Kia bertanya dengan nada menyebalkan , “ya, lalu kenapa?” aku menjawab, “anak baru, belum tahu peraturan bicara dengan putri ya?” siapa yang ia maksud ‘putri’? aku menatapnya tidak paham. “Tidak tahu siapa putri disekolah ini? Tentu saja putri di sekolah ini adalah aku,” hei? Apa aku tidak salah dengar? Kenapa pemikirannya seperti anak Taman kanak kanak yang bermain putri putrian? Aku tak tahan untuk tertawa, hingga akhirnya aku tertawa terbahak bahak.

“Hei! Jangan tertawa!” “namaku Noora, bukan Hei” aku menyanggah ucapan Kia, menyebalkan. “Anak ini tidak tahu cara berbicara dengan seorang putri,” salah seorang anak perempuan di belakang Kia menyahut, “Benar!” yang lain ikut mengomentari. “Awas ya kau!” kata Kia sebelum pergi dari hadapanku, tepat saat mereka pergi Nafisah datang. “Ada apa?” tanyanya, aku menggeleng, malas mengingat peristiwa menyebalkan itu. Aku tidak suka Kia, anak sombong sepertinya kenapa ada di kelas kami yang damai? Sungguh menyebalkan!

Setelah aku dan Nafisah makan camilan bersama, mengobrol, dan... “Huh! Tidak menunggu sahabat saat menyantap camilan? Kesalahan besar!” Zea yang baru datang mengomel tanpa henti. “Maaf, sekarang bisa kan?” Nafisah menjawab santai, “terlambat” katanya. Apa? Terlambat? Kenapa? “Teeeet! Teeeet!” ternyata bel masuk sudah berbunyi. Aku langsung berlari menuju kelas, takut terlambat. Ternyata itu maksud kata ‘terlambbat’ yang dikatakan Zea.

Akhirnyaaa bagian 2 selesai.

Assalamu'alaikum semuaaa! Apa kabar?

Semoga baik ya...

Jadi cerbung nya aku bikin bab 6 nya ada 3 bagian, karena panjaaaanggg bangett ceritanya.

Thanks udah baca ceritaku, jangan lupa bagikan di sosmed kalian.

dan jangan lupa follow aku ya! Insyaallaah aku follback.

Bye!

Salam: Fatimah Aida

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Kak, salken aku Caesa kls 6... Ditunggu lanjutan nya ya... Udh ngga sbar bgt niihh

13 Jan
Balas

Salken juga kak caesa, aku Fatimah, aku masih kelas 5 kak

13 Jan

Owhh di tunggu next nya yaa

13 Jan

siap

14 Jan

lanjutttttt

13 Jan
Balas

Ditunggu ya caeraa

13 Jan

Okee

14 Jan

fatimaaaah, follow aku dong, insya allah aku folback,ok>< dari Si Teteh_Nade, atau Yeshiko Yamasaba

14 Jan
Balas

udah yeshii

14 Jan



search

New Post