Fatimah Aida

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Duduk Di Jendela, Dan Melihat Dunia. Bab 6

Bab 6. Mungkin Ini Caraku Untuk Berteman Dengan Nya.

“Kriiing!” jam wekerku berbunyi, membangunkanku dari tidur yang lelap. Aku segera mengambil wudhu lalu sholat berjama’ah bersama Mama seperti biasa. Sudah 1 bulan aku tinggal di rumah ini, makin lama aku makin senang tinggal disini. Akhirnya aku merasakan rasanya memiliki keluarga.

Aku juga sudah pernah kerumah Nenek, dan Nenek sangat senang dengan keberadaanku dikeluarga ini, syukurlah. Jam setengah 7 pagi, aku sarapan sereal, segelas susu, dan sepiring buah. Sehat bukan sarapanku? Memang kalau pagi aku tidak terlalu suka makan nasi. Aku biasanya makan nasi saat jam makan siang di sekolah.

Aku akhirnya berangkat diantar Papa, jarang sekali aku diantar Papa sekolah, biasanya aku siantar Pak Sopir. “Noora, mau jajan dulu?” nah, inilah beruntungnya di antar Papa, pasti selalu jajan dulu! Aku mengangguk. Rezeki tidak bolehh ditolak kan? Lalu Papa berhenti sebentar di sebuah mini market. Aku membeli 1 batang coklat dan satu kotak kecil permen rasa stroberi.

Yeah, makanan ringan seperti chiki selalu ada di rumah, karena Papa sering makan chiki ketika menonton bola, Mama juga sering melahap chiki ketika membaca buku dan menonton drama, dan aku? aku jarang memakan chiki. Tetapi permen selalu didalam mulutku ketika aku bermain game atau membaca buku, atau menulis cerita di laptop.

Sesampainya disekolah, aku turun dari mobil, pamit dengan Papa lalu masuk ke dalam kelas. Sesampainya dikelas aku meletakkan tas, lalu keluar kelas menunggu Nafisah dan Zea. Aku belum pernah bercerita tentang Zea bukan? Zea adalah teman sekelasku, sama seperti Nafisah, belakangan ini kami ber 3 sering bermain bersama.

Tiba tiba, ada seorang anak perempuan menyapa Nafisah, “hai Nafisah! Lama tak bertemu, hei! Siapa kamu? Anak baru?” aku mengangguk, Zea dan Nafisah terlihat tidak senang. “Aku ke kelas dulu aja, dadaah!” ada apa ini? Kenapa senyuman anak itu... aneh? Terlihat berbeda, tidak dingin, tapi juga tidak bahagia. Aku diam, memerhatikan dua sahabatku yang terlihat... kesal, mungkin.

“Teeeeet! Teeeeet!” bel sekolah berbunyi, para siswa berlarian masuk kedalam kelas, karena kalau telat, hukuman nya... rasakan sendiri saja. “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Selamat pagi anak anak!” Bu Aulia masuk kelas beberapa menit setelah bel, kami menjawab salam Bu Aulia. “Nah! Akhirnya teman kita, Kia kembali ke Indonesia,” Bu Aulia mengumumkan, anak perempuan tadi entah menyapaku atau apa berdiri dan tersenyum.

Ternyata anak itu duduk tepat di belakangku, “pasti pada sama aku!” terdengar bisik bisik dari belakang, mungkin dari anak itu. “Sombong amat!” dan sekarang dari sebelahku, entalah, Nafisah terlihat muram, kesal, ia juga sudah ber “huh!” puluhan kali. Ada apa ini?

“Hai semua! Rindu kan sama Kia? Akhirnya Kia balik ke indonesia, saat Kia di Prancis seru lho! Kia liat menara eiffel, dan bla bla bla” anak itu bercerita panjang lebar, Prancis? Apa dia tinggal di Prancis lalu pindah ke Indonesia? Tapi kenapa ia bilang ‘rindu’?

Bersambung....

Assalamualaikum semua! Apa kabar?

Nah, jadi aku post sebagian bab 6 karena otakku lagi bleng dan tanganku lagi pegel.

Dan satu lagi, agenda harianku lagi padat banget.

Sebenernya ngga terlalu padat, tapi karena kemaren libur panjang dan sekarang baru masuk sekolah lagi.

Aku agak gimana gitu, jadi ngerasa ribet seharian padahal engga.

Dan, follower aku lagi otw 20, makasih banyak ya buat yang udah baca dan follow akun ku!

Dan, aku mau nanya ke kalian, jawab di kolom komentar ya!

Buat yang udah baca postingan terakhir Kak Sunny, ada kata kunci apa sih? aku ga ngerasa ada kata kunci.

dan maaf Duduk Di Jendela, Dan Melihat Dunia awal awal selalu ga seru dan ga ada konflik.

Oke segitu dulu, jangan lupa bagikan cerita ini ya! dan jangan lupa follow akun ku!

Bye!

Salam: Fatimah Aida

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Tpp seru kooo

13 Jan
Balas

Makasiiiihh Caesaaa

13 Jan

Masamaaa

14 Jan

Caesa kelas berapa?

14 Jan



search

New Post