Dinda Fitria

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

pendahuluan

"El lo ntar malem mo ikut kagak?."tanya seorang gadis yang sedang duduk diatas meja sambil memainkan ujung rambutnya, sedangkan yang ditanya hanya menatapnya datar.

"Yehh sih anjing mah, orang dimana mana kalo ditanya tuh jawab lah ini.. mana muka lo sepet lagi." Ucapnya lagi.

Gadis itu menghela nafas kasar, "paansih menurut lo gw bakal lupa ama tuh janji?kalo bukan pacar gw yang nyuruh mana mau gw dateng."ujarnya malas.

"Menurut lo dia mo ngomong apaan ya?ga, bukan gitu maksud gw, maksud gw tuh kan bisa aja dia ngomong disini tanpa ketemuan dan tanpa perjanjian?aneh banget ga sih?."tanya salah satu teman disebelah nya.

"Bodo amat anjir, mau dia ngomong dia selingkuh lah bodo amat gw.. lo tau gw ama dia udah jarang komunikasi lagi."

"Pasrah amat lo."

"Hm?mending bolos kuyyy males gw mo ikut pelajaran biar gw traktir lo berdua."ujarnya sekali lagi sembari menenteng tasnya dipunggung.

"WAHH GINI NIHH KUYY LAH."ujar mereka serempak.

Mereka bertiga pun meninggalkan kelas.

Ravaela gadis populer dikalangan siswa dan guru. Bukan apa, ia sering bolak balik bk ntah dengan kelakuan nya yang membuat semua orang mengelus dada. Pasalnya ia selalu membuat onar dengan menjaili atau merusak fasilitas sekolah, dengan alasan nya gabut. Tapi meskipun begitu, ia juga populer karna berprestasi dibidang non akademik. Ia mempunyai 2 teman itupun karna mereka sendiri yang ingin berteman dengan Ravael, ia sendiri tidak tertarik untuk berkenalan.

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

"RAVAELAAA KEMANA KAMUU CEPAT TURUN." teriakan menggelegar dari perempuan muda memenuhi ruangan. Sedangkan yang dipanggil namanya segera turun dengan keadaan sangat tidak elit.

"ASTAGAA MAMA APAAN SIHH."ucap ravael mengelus dadanya lalu menubrukkan dirinya ke sofa. Sedangkan perempuan itu bersedekap dada lalu menunjukkan kertas dan langsung melemparkan ke arah ravael.

"Apaan nih?uang transferan kah?."

"Ravaela tadi guru kamu bilang kalo kamu tidak masuk sekolah beberapa hari ini?lalu setiap pagi pulang malam kamu kemana sayang???? Ya ampun jangan bilang kamu bolos?kalo papa kamu sampe tauu kamu bisa dimarahin habis habisan."omel Nyonya Charlotte .

"Ohhh kirain apaan."Ucapnya santai

"Oh?OH DOANG??bisa bisa nya kamu ngentengin sekolah... Ravaela mama tidak mau tau ya kalo sampe guru kamu nelpon gara gara kamu bolos lagi, jangan harap kamu bisa main keluar bareng temen temen kamu dan malam ini kamu tidak boleh pergi kemana mana, kerjakan semua tugas tugas kamu sebagai hukuman nya."jelas Nyonya Charlotte.

"Loh loh ma kok begitu sih? Pokok-"

"Tidak ada protes Ravaela Gristiana Madison." Tegas nyonya charlotte.

Setelah itu nyonya charlotte berjalan meninggalkan nya sendirian dengan ravael yang masih tidak terima akan keputusan nya.

"Kapan kamu berubah sih nak?kenapa kamu berbanding terbalik dengan "dia?."Batin nyonya charlotte sembari berjalan pergi kearah pintu keluar.

●●●●●

"HEH BABI SINI LO!." Sentak seseorang kepada wanita yang sedang berjalan ke arah mereka.

"Hm?."

"Ham hem ham hem lo lupa sama janji lo yang kemarin kan? gw sma si ciboy nungguin lo smpe karatan tai, ditelpon kagak diangkat, lo tau apa yang terjadi semalem? Pacar lo marah marah dan bawa cewe baru." Ujar perempuan tersebut yang diketahui bernama Olive.

"Oh ya?lagipula gw udah gaada rasa lagi sama dia and yah gw ga datang tadi malam juga lagi ada urusan penting lebih penting daripada ngurusi hidup orang." Ujar Ravaela berjalan ke arah bangkunya.

Olive dan ciboy saling beradu tatapan sembari menggelengkan kepalanya, sudah terbiasa menurut mereka.

Waktu istirahat tiba, Ravaela dan teman teman nya lebih memilih di pojok kantin karna tempatnya yang sepi dan juga damai.

"Kalian mau ini ga?ini makanan dari mama gw, masakan mama gw hehe."ujar ciboy sembari menyodorkan kotak bekal yang berisi beberapa lauk pauk

"Wahh tumben lo baik, mau dong."

"Lo mau ga el?."

Ravael menggeleng, mood nya buruk hari ini dan alasan ia tidak datang tadi malam karena ada urusan, semuanya adalah kebohongan. Ia tau bahwa kekasihnya pasti akan membicarakan tentang hubungan mereka yang tidak beraturan sekarang, ia sudah mengetahui bahwa kekasihnya itu selingkuh sejak beberapa minggu yang lalu, namun ia terlalu malas untuk berebut lelaki karna itu ia membiarkan kekasihnya bersenang senang dahulu dengan selingkuhan nya. Ia tahu bahwa kekasihnya akan menyudahi hubungan mereka. Namun itu tidak akan mudah terjadi, karena Ravael bukan tripikal orang bodoh yang langsung melepaskan mangsanya begitu saja. Jika dia bisa bermain main dengan nya maka ia juga bisa mempermainkan nya juga dengan cara yang sama tapi dengan rasa yang berbeda.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post