Dinar Nur Fadilah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Grateful or Insecure

“Win...pengen di depan tahu duduknya...,” ucap Dinda tiba-tiba.

“Sini ajalah. Malu tau.....”

“Huft, ok.”

Dinda pun memilih untuk mengalah. Pelatihan menulis ini dibuka untuk umum. Sehingga ada banyak kepala yang tidak Dinda kenal.

Tepat di samping Wina, ada kakak kelas. Meski seragam yang dikenakannya sama, namun Wina dan Dinda tak mengenalinya. Akhirnya Dinda memutuskan untuk memulai pembicaraan. Kebetulan kakak kelas itu duduk sendirian.

“Hai, kak.....kak....kak.....,” Dinda terus memanggil kakak kelasnya, hingga perhatiannya beralih dari layar ponsel.

“Oh iya......hai juga. Maaf tadi lagi fokus. Hehe.....”

“Iya enggak papa kok, kak.”

Lambat laun Wina dan Dinda mengenal sosok inspiratif yang ada di sampingnya ini. Dia adalah seorang gadis yang menjuarai lomba FIKSI bidang tata boga tingkat nasional. Selain itu, dia juga merupakan moka (mojang jajaka) disekolah. Inilah gadis yang kerap kali membuat Dinda mengaguminya. Dia bernama Raka. Rakara Putri.

“Kakak sendirian aja?,” tanya Wina disela-sela tawa.

“Hehehe....iya nih.”

“Hebat ya. Meski sendiri tetap melangkah yakin. Kalo aku ya udah enggak ikut,” tutur Dinda kagum.

“Enggak sehebat yang kamu pikirkan. Kakak hanya suka menulis dan ingin mengasah hobi kakak ini. Kamu juga hebat kok.”

“Hehehe...makasih,kak.”

Ketiganya terus mengobrol, bercanda ria. Hingga tak terasa MC telah memulai acara. Perhatian pun beralih kepada Bu Raisa selaku MC. Dilanjut dengan beberapa sambutan, dan Narasumber. Wina dan Dinda mulai resah. Ada hal penting pada pelatihan kali ini. Dan hal penting itu tidak dimiliki keduanya.

Narasumber berkeliling memeriksa para peserta pelatihan. Kini Dinda memegang erat Wina. Mereka tidak melakukan hal apapun. Tidak melakukan hal yang dianjurkan Narasumber. Hingga Pa Nurdi seorang Narasumber itu datang ke arah keduanya.

“Hei, mana HP kamu punya a....?,” begitu logat bicaranya.

Dinda hanya tersenyum malu-malu. Hingga akhirnya Wina yang menjawab.

“Aku tidak ada Hp dan dia hpnya rusak,” jawab Wina menunjuk ke arah Dinda.

Pa Nurdi hanya geleng-geleng sambil tersenyum lantas meninggalkan kami, kembali menyapa peserta yang lain.

Dinda menatap Wina ragu. Lantas tersenyum saling menguatkan.

“Entahlah, Win. Meski aku tak punya fasilitas yang dibutuhkan, aku tetap ingin menimba ilmu disini. Aku tetap yakin, suatu hari nanti kita dapat bersama-sama berfoto memegang buku karya kita masing-masing. Karena kita masih punya Alloh Yang Maha Kuasa, yang punya dunia dan seisinya.”

“Ya, kamu memang hebat. Aku setuju denganmu.”

“Hehe. Kamu lebih hebat!”

“Aku tau itu. Hahaha!”

Dinda menatap sinis Wina.

“Becanda kaleeee...” . Wajah Wina berubah kemerah-merahan akibat terlalu banyak tertawa.

Tin....tin......tin.......

“Astaghfirullohal’adzim....,” Dinda mengelus-elus dadanya.

“Ayo turun, kak! Kamu mikirin apaansih?,” omel ayahnya.

Dinda tersenyum sendiri dan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Dirinya tidak menyadari bahwa dirinya sudah sampai tepat di depan rumah Pak Nur.

“Kamu ini, kak......,” ayah Dinda hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Dinda segera melangkah yakin, harap-harap semuanya sesuai dengan kenyataan. Pintu berderit setelah salam diucapkannya. Kini tangannya bergetar memegang sebuah buku yang tertulis namanya. Lensa kamera mengabadikan momen ini, sebuah senyuman terlukis indah. Kini alam telah menjadi saksi atas gigihnya kerja keras serta doa yang dilangitkan hamba-Nya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post