Dinar Nur Fadilah

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Ayahku Superman, Ibuku Wonder Woman

Ayahku Superman, Ibuku Wonder Woman

Rumah adalah tempat pulang. Sejauh apapun kaki melangkah, rumah selalu menjadi tujuan untuk berlabuh. Sebenarnya, bukan rumahnya. Tapi orang-orang di dalamnya yang menjadi alasan untuk pulang.

Sejak saya mulai memahami alur hidup ini, saya tahu ini berat. Banyak tantangan dan cobaan. Seperti yang saya lihat menimpa ayah. Beliau banting tulang, berangkat pagi pulang petang, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala. Semua itu dilakukan hanya demi keluarganya. Ayah adalah satu-satunya orang yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah menampakkan beban dalam dirinya. Menjadi seorang kepala keluarga bukanlah hal yang mudah. Banyak tanggung jawab yang harus ditanggung oleh ayah. Termasuk saya. Saya adalah salah satu titipan Tuhan yang diberikan kepadanya. Apapun tentang saya menjadi tanggung jawabnya.

Ayah saya adalah orang yang sangat memerhatikan pendidikan anak-anaknya. Meski keluarga kecil kami hidup dengan sederhana, bahkan bisa dibilang kekurangan, tapi lagi-lagi ayah tetap mementingkan pendidikan saya. Sejak SD hingga sekarang SMA sekaligus belajar di Pondok Pesantren ayah selalu mengatakan ini "kamu harus sekolah yang bener, mondok yang bener. Mumpung ayah masih mampu," begitu ucapnya. Melihat kesungguhan ayah memberikan sarana dan prasarana dalam keberlangsungan pendidikan, saya malu. Saya malu jika harus memilih berleha-leha, santai-santai saja. Memang buku itu menumpuk, terkesan membosankan. Tapi memilih bermain dan mencari hiburan terus-menerus itu bukan pilihan yang tepat.

Pagi-pagi sekali ayah sudah beranjak pergi ke sawah. Menanam padi, membersihkan rumput-rumput liar, membasmi hama. Menjelang siang ayah berdagang, mengantarkan makanan ringan ke warung-warung. Sore tiba dengan senjanya yang indah. Ayah pun pergi ke sawah lagi melihat kondisi tanamannya. Sampai di sini saya berpikir, apakah saya masih mau bermalas-malasan?

Rupanya tidak hanya seorang ayah yang sangat berjasa. Dibalik kesuksesan setiap anak, ada juga seorang ibu yang selalu menyiapkan keperluan kita. Memberikan motivasi, solusi dan kasih sayangnya. Hanya saja terkadang saya tidak memahaminya. Larangannya, saya pikir beliau marah dan tidak peduli dengan apa yang saya sukai. Beliau terkadang menyuruh saya untuk berbuat banyak hal, padahal kenyataannya saya yang selalu merepotkannya. Beliau sudah lelah, ditambah lagi dengan kenakalan saya. Jika beliau tidak mempunyai lautan maaf untuk saya, sabar tanpa batas, mungkin hari ini saya tidak akan menjadi seperti ini. Besar jasanya, namun terkadang sering disepelekan. Doanya merintih kepada Sang Pencipta untuk kesuksesan anaknya. Tidak ada rasa dendam sekalipun dalam hatinya.

Bercerita tentang seorang ibu, tidak terlepas dari pengorbanannya yang luar biasa. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, pekerjaan ibu tidak akan ada habisnya. Hanya malam yang mengistirahatkannya. Wajahnya yang kian mengerut, tetap berusaha untuk tersenyum. Berdamai dengan segala macam masalah yang hinggap dalam kehidupannya.

Sarapan pagi siap sedia untuk disantap. Baju wangi dan rapi siap dipakai. Rumah nyaman, bersih dan damai. Bukan hanya itu, terkadang ibu ikut serta membantu ayah pergi ke sawah. Ibu bukanlah pembantu yang selalu disuruh-suruh, tapi beliau selalu siap membantu tanpa disuruh.

Keduanya adalah pelita dalam hidup saya. Setiap saya menangis, setelah Allah SWT. wajah mereka yang selalu terekam memori. Laksana air di gurun sahara, keluarga menjadi prioritas saat masalah tiba. Harap-harap ketika pulang, semua hal mampu terpecahkan. Terkadang rumah memang tidak selalu menawarkan kedamaian, tapi rumah selalu menjadi penawar kedamaian. Mari kita belajar menjadi anak yang berbakti, kalaupun belum setidaknya belajar untuk tidak menyakiti. Semoga ayah dan ibu hebat di dunia ini selalu dalam perlindungan Yang Maha Kuasa. Amin.

Biodata Penulis

Penulis bernama Dinar Nur Fadilah. Ia Lahir di Banjar, 8 November 2003. Penulis merupakan siswi di SMA Negeri 2 Banjar. Kini ia juga mondok di Pondok Pesantren Miftahul Hikmah. Untuk lebih dekat dengan penulis, penulis bisa dihubungi melalui email: [email protected] atau No WA 082120072238. Salam literasi!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post