Chintia

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Teori kontemporer

METODE PEMBELAJARAN KONTENPORER

Oktober 18, 2020 LAPORAN MEMBACA Dosen Pengampu: Dr.Abdurahman,M.Pd Oleh:

Nama:Chintia

Metode Kontemporer : Respon Fisik Total, Komunikatif, Natural Prodi: Pendidikan Bahasa Indonesia

Jurusan: Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Fakultas Bahasa dan Seni,UNIVERSITAS NEGERI PADANG

PENDAHULUAN

Pembangunan Nasional di bidang pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas melalui pendidikan merupakan upaya yang sungguh-sungguh dan terus-menerus dilakukan untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya. Sumber daya yang berkualitas akan menentukan mutu kehidupan pribadi,bangsa dalam rangka mengantisipasi, mengatasi persoalan-persoalan, dan tantangan-tantangan yang terjadi dalam masyarakat pada kini dan masa depan.Berbagai usaha telah dilakukan untuk menigkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas guru, penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan lain, dan peningkatan mutu manajemen sekolah, namun demikian, berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang memadai.Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia tidak pernah berhenti. Berbagai terobosan baru terus dilakukan oleh pemerintah melalui Depdiknas. Upaya itu antara lain dalam pengelolaan sekolah, peningkatan sumber daya tenaga pendidikan, pengembangan/penulisan materi ajar, serta pengembangan paradigma baru dengan metodologi pengajaran.

PEMBAHASAN

1. Responsi Fisik Total

Pendekatan ini didasarkan pada keyakinan bahwa pemahaman menyimak haruslah dikembangkan secara penuh, seperti halnya dengan anak-anak belajar bahasa ibu mereka, sebelum ada partisipasi lisan aktif dari para siswa yang dapat diharapkan. (Tarigan, 1986:247). Metode Responsi Fisik Total atau Total Physical Response (TPR) (Asher, 1982) menggunakan perintah-perintah lisan yang harus dilakukan siswa agar dapat menunjukkan pemahaman mereka terhadap maksud dari perintah-perintah lisan itu.

AsherAsher (dikutip Tarigan, 1986:247-248) merangkumkan tiga gagasan utama metode Responsi Fisik Total sebagai berikut:

a. pemahaman bahasa lisan haruslah dikembangkan dalam berbicara;

b. pemahaman dan ingatan diperoleh dengan baik melalui gerakan tubuh;

c. para siswa hendaknya tidak pernah dipaksa berbicara sebelum mereka siap.

Metode ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk mengaktifkan para siswa karena situasi dalam kelas memang hidup memberi kesempatan pada siswa untuk mengujicobakan keterampilan mereka dengan cara yang kreatif.

2.Komunikatif

Belajar Bahasa Masyarakat (Community Language Learning) adalah sebuah pendekatan dalam pengajaran bahasa yang memberi penekanan pada peranan ranah afektif dalam mempromosikan belajar kognitif. Community Language Learning atau bisa juga disebut Counseling-Learning dikembangkan oleh Charles Curran (1976) berdasarkan teknik-teknik yang dipinjam dari penyuluhan psikologis. Yang menjadi premis teoritis dasar bagi pendekatan ini ialah bahwa insan secara individual membutuhkan pemahaman dan bantuan dalam proses pemenuhan nilai-nilai dan tujuan-tujuan pribadi (Tarigan, 1986:255). Guru perlu memerhatikan kebutuhan individual dari para siswa serta apa ketakutan-ketakutan atau masalah-masalah siswa dalam pembelajaran. Dengan membangkitkan perasaan diterima oleh lingkungan (sense of community) dalam diri siswa maka guru bisa mengarahkan energi positif siswa pada pembelajaran bahasa.

Ciri utama pendekatan BBM antara lain:

a. guru bertindak sebagai “knower/councelor”,

b. guru menyediakan bahasa yang dibutuhkan siswa untuk mengekspresikan diri,

c. kelas terdiri dari enam sampai duabelas pelajar yang duduk dalam suatu lingkaran kecil deng seorang atau dua orang guru yang berdiri di luar lingkaran dan siap membantu.

d. teknik-teknik dipakai dapat mungkin mengurangi kegelisahan dalam kelompok dan meningkatkan pengekspresian gagasan dan perasaan secara bebas.

Dalam metode ini terdapat lima tahap belajar (Tarigan, 1986:255-256), yaitu:

1. Para siswa membuat pernyataan-pernyataan dengan suara nyaring dalam bahasa ibu mereka, dengan bantuan guru dalam penerjemahannya.

2. Tahap kedua ini dikenal sebagai “tahap swa-asertif” atau “self-assertive stage”, siswa mengatakan apa yang ingin dikatakan tanpa bantuan guru.

3. Dalam “tahap kelahiran” ini, para siswa meningkatkan kemandirian mereka dan berbicara dalam bahasa sasaran tanpa terjemahan, kecuali jika siswa lain memintanya atau memerlukannya.

4. Tahap ini disebut “tahap remaja” atau “tahap pembalikan”. Dalam tahap ini sang pelajar menjadi cukup kuat menerima umpan balik korektif dari sang guru dan/atau dari anggota kelompok lainnya.

5. “Tahap Kemerdekaan” ini ditandai oleh interaksi bebas antara para siswa dengan (para) guru. Setiap orang memberikan koreksi dan perbaikan stalistik dalam semangat kelompok.

Keunggulan metode ini adalah bahwa bahasa dipakai dalam konteks bagi interaksi personal (personal interaction). Sementara kelemahan metode ini adalah bahwa metode ini hanya dapat dipakai untuk kelompok kecil saja, dibutuhkan guru yang terampil dalam bidang linguistik, percakapan kerapkali terasa dipaksakan atau terasa kaku, atau sebaliknya terasa muluk-muluk dan tidak wajar.

3.Natural

Pendekatan Alamiah atau The Natural Approach dalam pengajaran bahasa diperkenalkan dan dikembangkan oleh Terrel (1977:1982) berdasarkan teori Krasen mengenai PB2. Premis utama yang dikemukakan oleh Terrel ialah bahwa “adalah mungkin bagi para siswa dalam suatu situasi kelas belajar berkomunikasi dalam bahasa kedua”(1977:325).Tujuan pendekatan alamiah adalah seperangkat kecakapan atau kemampuan tingkat menengah atau lanjutan dalam B2, paling tidak dalam keterampilan-keterampilan oral. Hal ini akan mempunyai beberapa implikasi penting bagi praktek kelas. Pendekatan alami lebih menekankan pada pemahaman sebagai keterampilan dasar yang bisa menunjang akuisisi bahasa sehingga pendekatan alami ini menganggap bahwa pemahaman harus sudah ada sebelum siswa mulai memproduksi bahasa. Kemampuan berbicara tumbuh secara bertahap, dari yang pada awalnya berupa reaksi terhadap perintah sampai pada akhirnya bisa menghasilkan wacana yang koheren (Ghazali, 2010:97). Ciri-ciri utama pendekatan alamiah ini terlihat pada petunjuk-petunjuk praktek kelas yang dikemukakan oleh Terrel, antara lain (Tarigan, 1986:251): distribusi belajar dan kegiatan-kegiatan pemerolehan, koreksi kesalahan, dan responsi-responsi dalam B1 dan B2.

Selanjutnya Tarrel merangkumkan prinsip-prinsip dasar metode yang dikemukakannya ini sebagai berikut (Tarigan, 2010:252):

a. tujuan awal pengajaran bahasa adalah kompetensi komunikatif langsung,

b. pengajaran harus diarahkan untuk memodifikasi serta meningkatkan tata bahasa parasiswa, bukan membangun satu kaidah pada suatu waktu;

c. para siswa harus diberi kesempatan memperoleh bahasa, bukan memaksanya untuk mempelajarinya

d. faktor-faktor afektif yang harus dipaksakan beroperasi dalam pengajaran, bukan faktor- faktor kognitif

e. belajar kosakata merupakan kunci bagi pemahaman dan prodiksi ujaran

KESIMPULAN

Pendekatan adalah suatu antar usaha dalam aktivitas kajian, atau interaksi, relasi dalam suasana tertentu, dengan individu atau kelompok melalui penggunaan metode-metode tertentu secara efektif. Contoh pendekatan-pendekatan dalam pembelajaran antara lain : CBSA, kontekstual, induktif, deduktif, spiral, pemecahan masalah dan sebagainya. Istilah model pengajaran dibedakan dari istilah srategi pengajaran, metode pengajaran, atau prinsip pengajaran. Model pengajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada suatu srategi, metode, atau prosedur. Model pengajaran dapat diartikan sebagai suatu rencana atau pola yang digunakan dalam menyusun kurikulum, mengatur materi peserta didik. Dan memberi petunjuk kepada pengajar dikelas dalam setting pengajaran atau setting lainya.Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik, perlu dilakukan beberapa hal yang meliputi tahap perencanaan yang mencangkup kegiatan pemetaan kompetensi dasar, pengembangan jaringan tema, pengembangan silabus dan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

http://alinukarta.blogspot.com/2012/09/model-pembelajaran-kontemporer.html?m=1 www.staffinew.uny.ac.id

www.academia.edu

www.kompasiana.com http://sarironlad.blogspot.com/2017/05/kumpulanmateritbbperguruantinggisariron_8.html

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post