Ahmad Erlintang Al-Ayyubi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Suka Duka Daring

Suka Duka Daring

Agustus 2021, satu tahun lebih aku belajar di rumah. Tak terasa bangku SD telah kutinggalkan. Sekarang langkahku mantap menempuh pendidikan di MTsN 1 Ponorogo. Awalnya aku senang mendengar kabar bahwa mulai Tahun Ajaran Baru 2021 akan ada pembelajaran tatap muka serentak. Tapi….. sekali lagi aku harus kecewa. Karena kondisi kotaku yang masih berada dalam zona merah, rencana tatap muka pun urung terlaksana.

Masa pengenalan sekolah MTs pun kujalani via daring. Saat itulah aku mengetahui siapa saja teman-teman dan bapak ibu guru baruku. Salah satu guru yang kukenal, adalah Bu Siti Mariyam, S.Pd. Beliau adalah wali kelas sekaligus guru IPA yang merupakan pelajaran favoritku. Saat pertama kali zoom kami disuruh memperkenalkan diri. Tidak disangka, karena perkenalanku yang menurut Bu Mariyam paling percaya diri, beliau langsung merekomendasikan aku untuk menjadi ketua di kelasku. Aku merasa sangat gembira. Terima kasih Bu Mariyam atas kepercayaan yang engkau berikan. Aku berjanji untuk mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya.

Pada suatu pagi di hari Kamis, seperti biasa aku mengecek pesan-pesan WA. Saat aku membuka Group PPKN ternyata ada pemberitahuan bahwa 15 menit lagi akan diadakan kuis dengan materi Sidang BPUPKI dan Pembentukan PPKI. Kuis kali ini cukup menarik karena berhadiah pulsa. Aku pun buru-buru membaca materi dan membuat ringkasan. Singkatnya aku dan seorang temanku mendapat hadiah pulsa. Kuis yang cukup menegangkan sekaligus seru.

Selama sebulan lebih belajar di MTsN 1, kami menggunakan beberapa aplikasi yaitu whatsapp, zoom dan E-learning MTsN 1 Ponorogo. Whatsapp digunakan untuk menyapa, dan membagikan informasi. Setiap mata pelajaran memiliki grup whatsappnya sendiri. Itu cukup memusingkan kurasa. Karena di SD aku terbiasa dengan satu grup untuk semua mata pelajaran. Untuk kelas virtual, kami menggunakan zoom. Saat zoom, aku cukup senang karena dapat mendengarkan pelajaran dari Bapak Ibu Guru dan langsung bisa menanyakan hal-hal yang belum kumengerti. Setiap jam 8 pagi aku membuka E-learning untuk absensi, melihat bahan ajar, dan mengecek tugas yang diberikan kepadaku. Rata-rata waktu pengumpulan tugas adalah tiga sampai tujuh hari. Meski demikian, mengumpulkan tugas pada hari tugas itu diberikan adalah pilihan terbaik agar tugas tidak menumpuk dan membuat pusing.

Tak bisa dipungkiri, belajar secara online memiliki masalahnya sendiri. Antara lain sinyal yang buruk mengakibatkan zoom terputus-putus, paketan menipis membuat kita butuh waktu lebih lama untuk membuka materi yang berbentuk video. HP yang penyimpanan datanya hampir penuh menjadikan link E-Learning sulit dibuka, dan whatsapp ikut-ikutan ngadat. Tapi mau tidak mau aku harus terbiasa dan bisa menyesuaikan diri. Lagipula kalau dipikir-pikir, belajar secara daring ada positifnya juga. Aku tidak perlu keluar rumah untuk belajar, aku bisa belajar lebih mandiri dan waktu luangku jadi lebih banyak sehingga aku bisa mengikuti kegiatan lain di luar sekolah.

Meski demikian tetap ada hal-hal yang tetap tidak bisa digantikan dengan daring. Sejujurnya aku rindu ingin bertemu dengan Bapak Ibu Guru yang sudah mengajarkan berbagai ilmu kepadaku. Aku Ingin sekali menyapa, berjabat tangan, dan berbicara langsung dengan beliau. Walaupun selama ini aku belum pernah bertatap muka dengan Bapak Ibu Guru, aku yakin beliau-beliau adalah orang-orang yang hebat dan keren. Karena Bapak Ibu Guru telah berusaha menjadikan belajar secara daring tetap berkualitas dan menyenangkan sehingga kami bisa tetap aktif dan bersemangat di saat-saat yang sulit seperti ini.

Biodata Penulis :

Ahmad Erlintang Al-Ayyubi lahir di Ponorogo, 22 September 2009. Saat ini adalah tahun pertamanya di Kelas Unggulan Riset di MTsN 1 Ponorogo. Ahmad Erlintang Al-Ayyubi bisa dihubungi lewat email: [email protected], dan WA: 088235063721

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post