Untuk Cinta dan Kasih Sayangmu, Ibu
UNTUK CINTA DAN KASIH SAYANGMU, IBU
Karya:
Adinda Januarista Wildany
Ibu…..sembilan bulan telah berlalu. Perjuanganmu sebagai sosok ibu sudah dimulai bagi kami. Tahun-tahun telah berlalu, musim demi musim telah berganti. Bunga-bunga yang berguguran dan beterbangan mengingatkanku tentang perjuangan yang ibuku lalui, lelahmu saat mengandungku sembari mengurus anggota keluarga juga pekerjaan yang lain. Sebuah rasa sakit yang beliau tahan demi melahirkan kita anaknya yang dinanti-nanti, yang bahkan ibu merasa sakit itu hilang seketika saat melihat kita terlahir ke dunia. Mungkin tak banyak orang tahu bagaimana perjuangan kita hidup hingga detik ini, karena setiap hidup manusia berbeda-beda jalan hidupnya. Namun biarkan hanya kita yang tahu.
Peran sebagai seorang ibu itu tidak mudah, mulai dari menjaga anaknya, membuat sarapan, menjemur pakaian, bahkan mengangkat pakaian seorang diri. Tak jarang seorang ibu sembari mengabdi bekerja sembari mengurus suami dan anak. Jiak seorang itu marah terhadap kita (anaknya) bukan berarti dia beliau membenci kita. Tetapi, mengajarkan kita untuk menjadi disiplin dan baik di masa yang akan datang. Karena tidak ada orang tua terutama seorang ibu yang tak mengharapkan kita menjadi anak yang sukses di masa depan.
Menurutku, ibu bagaikan malaikat tanpa sayap yang jatuh dari surga, engkau adalah laksana sang surya yang menjadi penerang jalan menuju kebaikan. Aku akan selalu mengingat sakit, keringat, dan air mata seorang ibu yang selalu berjuang merawatku dan adikku. Karena air matamu… ibu, saat itu berkilau bagaikan batu savir. Mencintai seorang ibu adalah suatu kewajiban. Karena melukis senyumanmu adalah sebuah keinginanku, bahkan aku ingin membanggakanmu sebagai bentuk terima kasihku selama ini. Kasih sayangmu akan ku kenang selamanya. Kasih saying yang tanpa mengharapkan balasan, bahkan apapun tak mampu untuk membalas kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya di dunia ini. Kasih saying yang seharusnya kita syukuri hari ini, esok, dan juga nanti.
Seorang ibu akan selalu mengharapkan kebahagiaan, kesuksesan, serta umur Panjang. Karena ingin melihat kita anak-anaknya Bahagia Bersama beliau bahkan suatu saat nanti hidup Bahagia Bersama orang yang kita percayai dan cintai. Percayalah ibu akan membawamu pergi dari kegelapan yang kita hadapi dan berjalan menuju terang. Ibu, doakan aku selalu berada di jalan yang terang dan diberi kemudahan hidup. Karena di dalam lubuk hatiku yang terdalam aku ingin membalas jasa dan seluruh kasih sayangmu berlipat-lipat. Kasih saying siapa pun tak akan sanggup menandingi kasih sayangmu ibu. Kau ibu, yang rela menguras seluruh tenagamu, keringat, bahkan seluruh hartamu untuk anaknya. Apalagi saat kita sedang sakit, seorang ibu bahkan rela kehilangan segalanya bahkan nyawa akan beliau berikan demi kesembuhan anaknya. Terkadang beliau rela tidak makan demi anaknya agar merasa tidak kelaparan, merelakan segalanya demi masa depan anaknya yang lebih baik.
Tak semua orang beruntung untuk memiliki sesosok ibu bahkan sejak lahir. Dari kanak-kanak hingga dewasa. Jasa ibu tak akan pernah pernah tergantikan. Suara merdumu yang terkadang kita anggap menyebalkan adalah suara bagaikan suara malaikat di surga saat sedang bernyanyi yang suatu saat kita akan rindukan saat telah terpisahkan raga, ruang, dan waktu. Ibuku adalah peran penting dalam hidupku, kesusahan, kesedihan, tangis yang ku hadapi sealalu dibawa pergi oleh ibuku. Pahlawan hidupku. Sekarang aku memahami penderitaan dan kebahagiaanmu Ketika melihat seorang bayi di tangannya seusai menahan rasa sakit yang teramat sakit saat melahirkanku ke dunia ini. Tak ada satu kepentingan pribadimu yang kau utamakan demi aku, anakmu yang selalu membuatmu kesal, yang seringkali tak menuruti permintaanmu, yang seringkali mengabaikan saat memanggilku, dan seringkali aku kesal mendengar ocehannya. Namun, sejenak aku tersadar saat mendengar ceramah di sebuah media betapa agungnya engkau makhluk yang bergelar IBU, IBU, IBU. Sejak itu aku paham bahwa engkau adalah malaikat tanpa sayap yang dikirim Allah untuk melindungi aku, anakmu.
Izinkan aku untuk berterima kasih kepadamu ibu, pahlawanku. Atas perjuanganmu merawatku yang seringkali nakal, membangkang, bahkan tidak bisa diatur. Maafkan aku atas segalanya, maafkan aku jika selalu menyusahkanmu. Akan ku pastikan segalanya tentangmu IBU tak akan pernah ku lupakan. Doakan anakmu ini diberi kelancaran segala urusan dan hidup agar kau bisa melihatku sukses dan bahagia bersamaku till Jannah. Aaamiiiin3x……….!
Pamekasan, 4 Desember 2022
Nama saya Adinda Januarista Wildany, saya biasa dipanggil Adinda. Saya lahir di kota Pamekasan pada tanggal 1 Januari 2012, saya masih duduk di kelas lima di SDN Barurambat Kota Satu Pamekasan. Temukan saya di **(censored)** atau di nomer whatsapp **(censored)**.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar