Rahendra Ariobarra

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kalimat Pengandaian

Kalimat Pengandaian

1. Paragraf rencana,harapan

Ramadan tahun ini,aku akan menjadi lebih baik dari Ramadan sebelumnya. Aku akan melakukan berbagai kebaikan seperti Memperbanyak ibadah,bersedekah,tadarus Al-quran,berpuasa,dan masih banyak kebaikan lainnya. selain daripada itu,Aku ingin membuat diriku dengan versi terbaik dalam Menyambut Ramadan tahun ini. jikalau Ramadan telah selesai. Tentu aku harus mewarisi kebaikanku selama Ramadan di bulan selain Ramadan. Dan jika yari raya tiba, disitulah hari dimana aku berbuka, dan aku berharap bendapat THR yang banyak.

2. Paragraf angan-angan

Ramadan selalu terasa seperti pintu ajaib yang terbuka setahun sekali. Dalam angan-anganku, langit senja berwarna jingga keemasan, dan suara azan magrib mengalun lembut menyentuh hati. Aku membayangkan berjalan pulang dengan hati ringan, membawa takjil hangat untuk keluarga, lalu duduk bersama di meja sederhana yang penuh syukur. Malamnya, masjid bercahaya terang, dipenuhi langkah-langkah orang yang ingin mendekat kepada-Nya. Dalam diam, aku berharap Ramadan kali ini menjadikanku pribadi yang lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih peduli pada sesama. Seolah setiap doa yang terucap melayang tinggi, membawa harapan agar hidupku setelah Ramadan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

3. Paragraf Mustahil

Di suatu malam Ramadan yang terasa ajaib, aku bermimpi bisa terbang menembus langit hanya dengan membaca doa berbuka. Bulan sabit turun perlahan ke halaman rumahku, menyapaku seperti sahabat lama, lalu mengajakku berjalan-jalan mengelilingi bintang-bintang. Jam dinding berhenti berdetak agar waktu sahur tak pernah habis, sehingga tak ada seorang pun yang terlambat makan. Air putih yang kuteguk berubah menjadi cahaya yang membuatku mampu melihat segala kebaikan di hati manusia. Bahkan, setiap doa yang kupanjatkan langsung terdengar jawabannya dari langit. Aku tahu semua itu mustahil terjadi, tetapi dalam angan-anganku, Ramadan selalu penuh keajaiban yang melampaui batas kenyataan.

4. Paragraf penyesalan

Ramadan kali ini membuatku banyak merenung dan dipenuhi rasa penyesalan. Aku teringat hari-hari ketika aku menunda salat, melewatkan tadarus, dan lebih sibuk dengan hal-hal yang tidak penting. Waktu yang seharusnya kuisi dengan ibadah justru terbuang percuma. Saat malam-malam terakhir Ramadan berlalu begitu cepat, hatiku terasa sesak karena belum memanfaatkannya dengan maksimal. Aku menyesal karena kurang bersungguh-sungguh memperbaiki diri. Kini aku hanya bisa berdoa semoga masih diberi kesempatan untuk bertemu Ramadan berikutnya dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post