Pengandaian temenya ramadhan
"menjadi pribadi yang lebih baik"
Seandainya bulan Ramadhan datang lebih lama aku ingin memanfaatkan dengan sebaik-baiknya seperti berpuasa dengan penuh keikhlasan rajin melaksanakan shalat tarawih membaca Al-Qur'an setiap hari serta memperbanyak doa dan juga dzikir agar hatiku menjadi lebih tenang dan bersih aku ingin lebih sering menjadi berbagi bagi sesama membantu orang yang membutuhkan dan menjaga sikap agar tidak mudah marah atau berkata kasar.
"Mewujudkan impian baik di bulan Ramadhan"
Saat bulan Ramadhan tiba aku sering berangan-angan ingin menjalani hari dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan bangun sahur bersama keluarga dengan suasana hangat lalu menjalani puasa dengan hati yang sabar dan ikhlas di sore hari aku ingin membantu menyiapkan hidangan berbuka sambil menunggu adzan Maghrib berkumandang aku juga membayangkan bisa khatam Al-Qur'an rajin tarawih di masjid serta berbagi takjil ke pada orang yang membutuhkan dalam anganku ramadhan menjadi bulan yang membuatku lebih rajin lebih sabar dan lebih dekat dengan Allah serta keluarga.
" impian yang mustahil di bulan Ramadhan "
Seandainya di bulan Ramadhan matahari tidak pernah terbenam, tentu kami tidak akan pernah berbuka puasa dan waktu terasa berjalan tanpa henti. Andaikan setiap doa yang dipanjatkan langsung terlihat jawabannya saat itu juga, pasti semua orang akan terkejut dan semakin takjub. Aku juga membayangkan hal yang mustahil, seperti bisa mengulang hari pertama Ramadhan berkali-kali agar tidak ada kesempatan beribadah yang terlewat. Namun semua itu hanyalah angan-angan yang tidak mungkin terjadi, karena Ramadhan tetap berjalan sesuai ketentuan waktu dan aturan yang telah ditetapkan.
" Renungkan diri di bulan Ramadhan "
Di bulan Ramadhan ini, aku merasakan penyesalan karena belum memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Masih ada hari-hari ketika aku menunda membaca Al-Qur’an, kurang khusyuk saat salat, dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal yang kurang bermanfaat. Saat melihat teman-teman begitu semangat beribadah, aku sadar bahwa seharusnya aku bisa berusaha lebih baik. Penyesalan itu membuatku ingin berubah, memperbaiki diri, dan menggunakan sisa waktu Ramadhan dengan lebih sungguh-sungguh agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan

Komentar